Jawa Pos Radar Madiun - Membeli mobil bekas memang bisa menjadi pilihan hemat dibandingkan membeli unit baru.
Namun di balik harga yang lebih terjangkau, ada risiko yang tidak boleh diabaikan, salah satunya adalah kendaraan yang pernah mengalami tabrakan berat.
Bagian depan mobil menjadi area paling krusial karena berkaitan langsung dengan struktur keselamatan.
Masalahnya, banyak kendaraan yang sudah diperbaiki dan dirapikan sehingga tampak normal di permukaan, padahal pernah mengalami kerusakan serius.
Karena itu, calon pembeli perlu lebih jeli mengenali tanda-tanda tersembunyi agar tidak salah memilih unit dan berujung kerugian di kemudian hari.
Berikut empat ciri mobil bekas yang pernah mengalami tabrakan bagian depan, dirangkum dari laman Ibid Astra.
1. Pola Las Tidak Sesuai Standar Pabrik
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah kondisi las pada bagian sasis. Mobil yang belum pernah mengalami tabrakan biasanya memiliki pola las yang rapi dan seragam sesuai standar pabrik.
Namun jika mobil pernah mengalami benturan keras di bagian depan, sasis biasanya sudah diperbaiki. Hasil perbaikan ini sering meninggalkan pola las yang berbeda atau tampak tidak konsisten.
Jika area sasis terlihat terlalu halus atau justru tidak menunjukkan pola las khas pabrikan, hal tersebut patut dicurigai sebagai bekas perbaikan tabrakan.
Baca Juga: Debut di MotoGP Le Mans, Toprak Razgatlioglu Pilih Antusias Ketimbang Khawatir
2. Ada Bekas Dempul dan Permukaan Tidak Rata
Pemeriksaan ruang mesin bisa memberikan banyak petunjuk. Mobil yang pernah mengalami tabrakan biasanya memiliki bekas perbaikan berupa dempul pada beberapa bagian.
Dempul digunakan untuk menutupi penyok atau kerutan akibat benturan.
Karena itu, jika ditemukan permukaan yang tidak rata atau bekas lipatan yang tidak wajar, ada kemungkinan mobil tersebut pernah mengalami kerusakan cukup parah.
Pemeriksaan detail pada bagian ini sangat penting sebelum memutuskan membeli kendaraan.
Baca Juga: Harga ASUS Zenbook Duo UX8406CA di Indonesia, Laptop Premium Dua Layar OLED
3. Struktur Sasis Tidak Lurus
Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi sasis bagian depan. Sasis yang pernah mengalami benturan keras sering kali mengalami perubahan bentuk, meski sudah diperbaiki.
Jika terlihat bagian rangka tidak sejajar, sedikit miring, atau tidak simetris, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa mobil pernah mengalami tabrakan.
Perbaikan pada sasis umumnya tidak bisa mengembalikan kondisi seperti pabrik secara sempurna, sehingga ketidaksempurnaan kecil masih bisa terlihat.
4. Indikator Airbag Tidak Normal
Panel instrumen juga dapat menjadi sumber informasi penting.
Dalam kondisi normal, lampu indikator airbag akan menyala sesaat saat mobil dinyalakan, lalu mati otomatis.
Namun jika lampu airbag tetap menyala atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, hal itu bisa menjadi tanda bahwa airbag pernah aktif akibat kecelakaan.
Dalam beberapa kasus, sistem airbag tidak diperbaiki secara menyeluruh setelah tabrakan, biasanya untuk menekan biaya perbaikan.
Kondisi ini tentu sangat berisiko bagi keselamatan penumpang.
Editor : Mizan Ahsani