Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Subsidi Mobil Listrik 2026 Segera Cair, Deretan Merek Ini Berpotensi Ketiban Untung

Yunita Tri Desianti • Jumat, 8 Mei 2026 | 11:41 WIB
Ilustrasi Motor Listrik (United Motor)
Ilustrasi Motor Listrik (United Motor)

Jawa Pos Radar Madiun - Pasar kendaraan listrik Indonesia bersiap memasuki babak baru. Pemerintah memastikan program subsidi mobil dan motor listrik kembali digulirkan mulai Juni 2026 dengan kuota besar mencapai 200 ribu unit.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius mempercepat transisi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.

Tidak hanya konsumen yang diuntungkan, sejumlah merek otomotif juga diprediksi bakal menikmati lonjakan permintaan setelah insentif resmi berlaku.

Di tengah persaingan merek kendaraan listrik yang semakin ramai, subsidi diperkirakan menjadi faktor penting yang mampu mendongkrak penjualan nasional.

Pemerintah Siapkan Kuota 200 Ribu Kendaraan

Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa program subsidi kendaraan listrik kini memasuki tahap finalisasi. Skema resmi nantinya akan diumumkan oleh Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah menyiapkan kuota awal sebanyak 200 ribu unit kendaraan listrik pada tahap pertama.

Jumlah tersebut terbagi menjadi:

Untuk kendaraan roda dua listrik, pemerintah telah memastikan subsidi sebesar Rp5 juta per unit. Sementara skema bantuan untuk mobil listrik masih dibahas lebih lanjut.

“Untuk motor listrik, subsidi yang diberikan Rp5 juta. Sementara untuk mobil listrik masih dalam pembahasan. Kalau kuotanya habis, akan ditambah lagi,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Selasa (5/5).

Mobil Listrik Berbasis Nikel Berpotensi Dapat Insentif Lebih Besar

Pemerintah juga menyiapkan skema tambahan yang dikaitkan dengan teknologi baterai kendaraan listrik. Mobil listrik dengan baterai berbasis nickel manganese cobalt atau NMC disebut berpeluang memperoleh dukungan fiskal lebih besar.

Salah satu bentuk insentif yang disiapkan ialah Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP.

“PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen, nanti masih di-scan skemanya,” ujarnya.

Skema tersebut diyakini akan memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung hilirisasi nikel yang menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia.

Baca Juga: Tok! Tiga Eks Petinggi Bank BJB Divonis Bebas di Kasus Korupsi Sritex, OC Kaligis Sebut Penuh Rekayasa

Daftar Merek Mobil Listrik yang Berpotensi Dapat Subsidi

Sejumlah Agen Pemegang Merek yang sudah aktif menjual mobil listrik di Indonesia diperkirakan bakal masuk dalam program insentif pemerintah 2026.

Beberapa model yang sebelumnya telah menikmati dukungan pemerintah antara lain:

Selain itu, beberapa merek lain juga diprediksi berpeluang mendapatkan insentif apabila memenuhi syarat pemerintah, seperti:

Persaingan pasar kendaraan listrik diperkirakan akan semakin ketat seiring bertambahnya pilihan model dan dukungan harga dari pemerintah.

Motor Listrik yang Diprediksi Kembali Dapat Subsidi

Di segmen roda dua, sejumlah merek motor listrik yang telah memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN minimal 40 persen diperkirakan kembali menerima subsidi pada 2026.

Beberapa merek tersebut meliputi:

Dengan potongan subsidi Rp5 juta, harga motor listrik diprediksi semakin kompetitif dibandingkan motor konvensional berbahan bakar bensin.

Industri Kendaraan Listrik Diproyeksi Makin Tumbuh

Kementerian Perindustrian menilai keberadaan subsidi sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, mengatakan insentif tidak hanya berdampak pada penjualan kendaraan, tetapi juga memicu efek berantai terhadap investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah berharap kombinasi antara subsidi, pembangunan infrastruktur pengisian daya, serta masuknya berbagai merek global mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. (naz)

Jika program berjalan sesuai target, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.

 

Editor : Mizan Ahsani
#subsidi motor listrik #subsidi mobil listrik #kendaraan listrik #menkeu #insentif