Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Perusahaan Ramai-Ramai Pecat Karyawan Gen Z, Ternyata Ini Alasannya

Mizan Ahsani • Jumat, 8 Mei 2026 | 13:47 WIB
Ilustrasi Pekerja Gen Z (haibunda.com)
Ilustrasi Pekerja Gen Z (haibunda.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Fenomena mengejutkan tengah melanda dunia kerja global terkait gelombang pemutusan hubungan kerja pada karyawan muda.

Banyak perusahaan kini mulai mengeluhkan kinerja lulusan baru yang baru saja bergabung dengan tim mereka.

Sebuah survei dari platform konsultasi pendidikan dan karier Intelligent mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan terkait pekerja dari Generasi Z.

Enam dari sepuluh perusahaan mengaku telah memecat karyawan Gen Z hanya dalam beberapa bulan setelah mereka mulai bekerja.

Baca Juga: Cair Mei 2026, Kemensos Tetapkan 475 Ribu Penerima Baru Bansos PKH dan BPNT

Berikut adalah rangkuman fakta dan alasan utama mengapa banyak perusahaan akhirnya memilih untuk memberhentikan karyawan Gen Z.

Ketidakcocokan Nilai Antara Pekerja dan Perusahaan

Profesor New York University, Suzy Welch, memetakan bahwa hanya dua persen dari Generasi Z yang memiliki nilai sesuai pencarian manajer perekrutan.

Perusahaan biasanya mencari pekerja yang berorientasi pada prestasi dan fokus pada penyelesaian pekerjaan dengan dedikasi tinggi.

Sementara itu, karyawan Gen Z lebih mengutamakan perawatan diri, kebebasan berekspresi secara autentik, dan keinginan untuk membantu orang lain.

Penolakan Terhadap Budaya Kerja Generasi Lama

Pekerja muda saat ini beranggapan bahwa pola kerja keras ala generasi sebelumnya tidak selalu menjamin kehidupan yang stabil di masa tua.

Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk mengutamakan keseimbangan hidup dan kesehatan mental dibandingkan mengejar karier secara agresif.

Kurangnya Motivasi dan Inisiatif dalam Bekerja

Berdasarkan survei Intelligent, setengah dari perusahaan yang memecat Gen Z menyebutkan kurangnya motivasi sebagai alasan utama.

Sebanyak empat puluh enam persen perusahaan juga mengeluhkan minimnya sikap profesionalisme dari para pekerja muda tersebut.

Keterampilan komunikasi yang buruk dan kesulitan dalam menerima masukan dari atasan juga menjadi faktor penentu keputusan pemecatan.

Kesulitan Beradaptasi dengan Dinamika Kantor

Huy Nguyen selaku penasihat karier menyebutkan bahwa lulusan baru sering terkejut dengan lingkungan kerja yang sangat berbeda dengan dunia perkuliahan.

Mereka belum sepenuhnya siap menghadapi suasana kerja yang kurang terstruktur dan ekspektasi atasan untuk bekerja secara mandiri.

Hal ini bahkan membuat beberapa pekerja muda di Malaysia nekat mengundurkan diri hanya dalam hitungan hari karena gagal beradaptasi.

Ketergantungan Tingkat Tinggi pada Orang Tua

Laporan lain menunjukkan bahwa banyak pekerja Gen Z yang masih sangat bergantung pada dukungan orang tua saat mencari pekerjaan.

Tujuh puluh persen responden mengaku meminta bantuan orang tua dalam proses pengiriman lamaran hingga penulisan riwayat hidup.

Bahkan yang lebih mengejutkan, sebanyak dua puluh lima persen pelamar muda nekat membawa orang tua mereka saat menghadiri sesi wawancara kerja.

Dampak pada Tingkat Pengangguran Lulusan Baru

Fenomena ketidakcocokan ini berimbas pada meningkatnya angka pengangguran lulusan baru di berbagai negara.

Data dari Federal Reserve New York menunjukkan tingkat pengangguran kelompok ini mencapai 5,7 persen akibat perubahan struktural perusahaan.

Lulusan baru kini disarankan untuk lebih membuka diri terhadap berbagai jenis pekerjaan dan tidak hanya terpaku pada jalur karier sesuai jurusan kuliahnya.

Baca Juga: Viral Harga Asli Pertalite Rp16 Ribu, Ini Penjelasan Resmi Pertamina

Kesimpulannya, pekerja Gen Z tidak harus mengubah prinsip hidupnya secara total, namun mereka harus siap menerima konsekuensi dari kerasnya dunia kerja.

Perusahaan juga dituntut untuk bisa merancang sistem kerja yang mampu menjembatani perbedaan generasi ini agar tercipta lingkungan yang produktif. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#KaryawanGenZ #DuniaKerja #FreshGraduate #KarierGenZ2026 #phk