Jawa Pos Radar Madiun - Film Interstellar tidak hanya meninggalkan kesan lewat visual futuristik dan cerita luar angkasanya.
Film garapan Christopher Nolan tersebut juga menghadirkan kisah emosional tentang hubungan ayah dan anak yang begitu membekas di hati penonton.
Dari banyak elemen ikonik dalam film, salah satu yang paling dikenang adalah jam tangan yang diberikan Cooper kepada putrinya, Murph. Jam tersebut bukan sekadar aksesori biasa, melainkan simbol komunikasi lintas ruang dan waktu yang menjadi kunci keselamatan umat manusia.
Melihat antusiasme besar dari penggemar film dan pecinta horologi, Hamilton akhirnya menghadirkan Hamilton Khaki Field Murph ke dunia nyata.
Semula Hanya Properti Film
Awalnya, Hamilton Khaki Field Murph hanya dibuat khusus sebagai properti untuk Interstellar. Namun setelah film dirilis pada 2014, banyak penggemar meminta agar jam tersebut diproduksi secara resmi.
Hamilton kemudian merealisasikan permintaan itu dengan mempertahankan karakter desain asli seperti yang muncul di layar film. Hasilnya, Murph berkembang menjadi salah satu movie watch paling populer di dunia jam tangan modern.
Bukan hanya menarik bagi kolektor, jam ini juga punya ikatan emosional kuat bagi para penggemar Interstellar.
Simbol Waktu dan Pengorbanan
Dalam film, jam tangan Murph menjadi medium penting yang memungkinkan Cooper mengirim pesan melalui sandi morse menggunakan jarum detik.
Pesan tersebut berisi data kuantum yang akhirnya membantu Murph memecahkan persoalan gravitasi dan menyelamatkan manusia dari kepunahan bumi. Momen ketika Murph meneriakkan kata “Eureka!” menjadi salah satu adegan paling emosional dalam film.
Detail inilah yang kemudian diabadikan Hamilton ke dalam desain jam tangan Murph.
Detail Morse “Eureka” yang Jadi Easter Egg
Salah satu bagian paling menarik dari Hamilton Khaki Field Murph adalah keberadaan tulisan “Eureka” dalam kode morse di jarum detiknya.
Tulisan tersebut dibuat menggunakan lacquer dan sangat kecil sehingga hampir tidak terlihat dengan mata biasa. Namun justru detail tersembunyi itu menjadi daya tarik besar bagi kolektor dan penggemar film.
Sentuhan kecil tersebut membuat Murph terasa lebih dari sekadar jam tangan biasa, melainkan potongan cerita Interstellar yang hidup di pergelangan tangan.
Baca Juga: Casio Edifice EFV-160D: Jam Tangan Sporty Elegan dengan Aura Mobil Balap yang Bikin Tampil Berkelas
Desain Klasik dengan Aura Vintage
Hamilton membekali Murph dengan desain field watch klasik khas lini Khaki Field.
Jam ini hadir dengan:
-
casing stainless steel 42 mm,
-
dial hitam minimalis,
-
strap kulit hitam bergaya vintage,
-
serta nuansa Super-LumiNova beige yang memberi kesan retro elegan.
Karakter militer klasik berpadu dengan sentuhan sinematik membuat tampilannya terasa timeless dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya.
Movement Otomatis dengan Cadangan Daya 80 Jam
Di balik tampilannya yang klasik, Murph menggunakan movement otomatis H-10 yang memiliki power reserve hingga 80 jam.
Cadangan daya sebesar ini tergolong impresif dan membuat jam tetap berjalan cukup lama meski tidak dipakai selama beberapa hari.
Kombinasi desain klasik dan movement modern menjadi salah satu alasan Murph begitu disukai di kalangan pecinta horologi.
Kotak Spesial Terinspirasi Tesseract
Hamilton bahkan menghadirkan kemasan spesial yang terinspirasi dari tesseract dalam Interstellar. Desain kemasan tersebut dibuat oleh Nathan Crowley dan menghadirkan nuansa ruang multidimensi seperti di film.
Menariknya, jam tangan Murph sendiri memang tidak diproduksi terbatas. Namun kotak spesial tesseract tersebut hanya dibuat sebanyak 2.555 unit di seluruh dunia, menjadikannya incaran kolektor.
Lebih dari Sekadar Movie Watch
Banyak jam tangan terkenal karena muncul dalam film, tetapi Hamilton Khaki Field Murph berhasil melampaui status tersebut.
Jam ini bukan hanya memiliki desain menarik, tetapi juga membawa cerita, emosi, dan simbol pengorbanan yang kuat. Bagi penggemar Interstellar, Murph terasa seperti pengingat bahwa waktu bukan sekadar hitungan detik, melainkan tentang hubungan manusia dan kenangan yang tak tergantikan. (fin)
Editor : AA Arsyadani