Jawa Pos Radar Madiun - Masa liburan sekolah sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua modern. Tanpa agenda kegiatan yang terencana, anak-anak cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar gawai (screen time), baik untuk bermain game online maupun menonton video. Ketergantungan pada ponsel dan tablet ini jika dibiarkan tentu kurang baik bagi perkembangan kognitif dan sosial anak.
Mengisi waktu libur tidak harus selalu identik dengan bepergian ke luar kota atau tempat rekreasi yang mahal. Dengan sedikit kreativitas, halaman dan ruang tengah rumah bisa disulap menjadi wahana bermain yang seru, edukatif, sekaligus ramah di kantong.
Berikut adalah 5 rekomendasi aktivitas seru di dalam rumah yang efektif mengalihkan perhatian anak dari cengkeraman gadget:
1. Eksperimen Sains Sederhana di Dapur
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mengajak mereka melakukan eksperimen sains sederhana menggunakan bahan-bahan dapur bisa menjadi alternatif yang sangat menarik. Misalnya, membuat "gunung berapi meletus" dengan campuran soda kue, pewarna makanan, dan cuka, atau membuat pelangi di dalam gelas dengan air gula beda kepekatan. Aktivitas ini tidak hanya seru, tetapi juga merangsang minat anak terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
2. Kelas Memasak Mini (Junior Chef)
Dapur bisa menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Libatkan anak dalam proses pembuatan camilan favorit mereka, seperti menghias donat, mencetak kue kering, atau membuat pizza rumahan dengan topping sesuai selera mereka. Melalui aktivitas memasak bersama, anak dapat melatih motorik halus saat mengaduk atau mencetak adonan, sekaligus belajar menghargai proses pembuatan makanan.
3. Membuka "Pusat Kerajinan" Kaya Kreativitas
Sediakan kotak khusus berisi barang-barang bekas yang aman, seperti kardus susu, gulungan tisu toilet, kain perca, botol plastik, serta perlengkapan warna seperti cat air atau krayon. Tantang anak untuk membuat mainan mereka sendiri, seperti mobil-mobilan dari kardus atau pot tanaman dari botol bekas. Menghasilkan karya dari tangan sendiri memberikan kepuasan emosional yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan game digital.
4. Berkebun dan Mengenal Alam di Pekarangan
Mengajak anak menyentuh tanah dan berinteraksi dengan tanaman adalah cara terbaik untuk membumikan mereka kembali ke alam. Anda bisa memulai dengan menanam benih yang cepat tumbuh, seperti tauge dari kacang hijau, bayam, atau tanaman hias di pot kecil. Berikan tanggung jawab kepada anak untuk menyiram tanaman mereka setiap pagi dan sore. Aktivitas ini secara tidak langsung mengajarkan nilai disiplin dan kesabaran kepada buah hati.
5. Membuat "Benteng" Kemah di Ruang Tengah
Mengubah ruang tengah menjadi area petualangan baru selalu berhasil memicu antusiasme anak. Gunakan kursi, meja, sprei, dan selimut untuk membangun tenda atau benteng-bentengan mini. Lengkapi bagian dalam tenda dengan lampu hias hangat, tumpukan bantal, dan buku cerita favorit mereka. Di dalam "benteng" ini, orang tua bisa membacakan dongeng secara interaktif, yang efektif membangun kedekatan emosional (bonding) antara orang tua dan anak.
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2026? Ini Perkiraan Jadwal dari Pemerintah, BRIN, NU, dan Muhammadiyah
Melalui kelima aktivitas variatif tersebut, liburan di rumah tidak lagi terasa membosankan. Anak-anak pun bisa melepaskan diri dari ketergantungan layar gawai sembari mengasah keterampilan baru dalam lingkungan keluarga yang hangat. (*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani