Jawa Pos Radar Madiun - Tren bersepeda yang terus digemari masyarakat kini mulai diiringi dengan peningkatan kesadaran akan keselamatan berkendara.
Pemakaian helm sepeda yang sebelumnya lebih banyak didominasi oleh komunitas gowes profesional, kini makin lazim digunakan oleh pesepeda harian.
Langkah ini sangat krusial, mengingat helm bukan sekadar aksesori penunjang penampilan, melainkan perangkat pelindung diri utama dari cedera fatal.
Fungsi mutlak dari sebuah helm sepeda adalah meredam benturan pada kepala apabila pesepeda terjatuh atau terlibat kecelakaan lalu lintas.
Kepala merupakan bagian tubuh paling rentan yang dapat memicu risiko cedera otak berat jika tidak mendapat perlindungan memadai saat terbentur aspal.
Selain meminimalisasi risiko cedera berat, penggunaan helm secara psikologis memberikan rasa aman bagi pesepeda.
Perlindungan ini sangat dibutuhkan saat pesepeda harus berbagi jalan di rute yang padat kendaraan bermotor, maupun saat menaklukkan medan yang menantang seperti jalanan menurun, tanjakan, dan kontur berbatu.
Baca Juga: Rekomendasi Servis iPhone Madiun, Pelayanan Cepat dan Teknisi Berpengalaman!
Hapus Mitos Aman di Jarak Dekat
Meski kesadaran mulai tumbuh, masih ada pesepeda yang menganggap helm tidak penting jika hanya digunakan untuk bersepeda jarak dekat di sekitar rumah.
Padahal, ancaman kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa mengenal jarak tempuh.
Helm sepeda sendiri telah dirancang dengan spesifikasi khusus untuk aktivitas olahraga fisik.
Berbeda dengan helm sepeda motor, helm sepeda menggunakan material pelindung (EPS foam) yang sangat ringan dan dibekali rongga sirkulasi udara yang besar.
Desain ini memastikan kepala tetap sejuk dan leher tidak mudah pegal. Untuk memastikan efektivitas perlindungan, pengguna wajib memilih helm yang pas dengan lingkar kepala dan selalu mengunci tali pengamannya.
Atribut Keselamatan Pendukung
Membangun budaya keselamatan bersepeda di jalan raya tidak cukup hanya dengan helm.
Guna memaksimalkan visibilitas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, pesepeda dianjurkan melengkapi diri dengan atribut pendukung berikut:
-
Lampu Sepeda dan Reflektor: Sangat wajib digunakan pada bagian depan dan belakang sepeda sebagai penanda keberadaan saat berkendara di pagi buta, cuaca mendung, atau malam hari.
-
Pakaian Berwarna Terang: Penggunaan pakaian dengan warna mencolok (high visibility) membantu pengendara kendaraan bermotor melihat pesepeda dari jarak jauh.
-
Pelindung Persendian: Penggunaan pelindung lutut dan siku (knee & elbow pads) sangat direkomendasikan untuk menekan risiko luka lecet maupun patah tulang saat terjatuh.
Dengan menerapkan standar keselamatan yang ketat, aktivitas bersepeda dapat memberikan manfaat kesehatan yang optimal sekaligus menjamin keamanan pengendaranya dari titik awal hingga kembali ke rumah. (afi)
Editor : Mizan Ahsani