Jawa Pos Radar Madiun – Tren gaya hidup anak muda memang selalu berputar bagai roda. Setelah sempat digandrungi oleh tren kamera analog (seluloid), kini perhatian generasi Z dan milenial kembali bergeser pada hobi fotografi alternatif yang tidak kalah unik.
Lini masa media sosial tengah diramaikan oleh kebangkitan tren berburu kamera digital saku jadul atau yang kini populer dengan istilah digicam enthusiast.
Baca Juga: Jangan Asal Simpan! Ini Tips Agar Kamera Tidak Lembap dan Tetap Awet
Kamera saku (pocket camera) keluaran tahun 2000-an awal yang dahulu sempat ditinggalkan dan dianggap sebagai "sampah elektronik" karena kalah canggih dengan kamera smartphone, kini justru bertransformasi menjadi barang pemuas hobi yang paling dicari.
Bahkan, lonjakan permintaan ini membuat harga kamera digital lawas berspesifikasi rendah meroket drastis di berbagai sentra barang bekas seperti Pasar Baru Jakarta, pasar loak lokal, hingga lapak thrifting online.
Keunikan Efek "Y2K Aesthetics" yang Dicari
Mengapa anak muda di tahun 2026 justru memilih kamera dengan teknologi yang sudah usang? Alasan utamanya terletak pada faktor estetika visual yang dihasilkan, atau yang sering disebut sebagai Y2K aesthetics.
Berbeda dengan jepretan kamera smartphone modern yang cenderung terlalu tajam (sharp) dan jernih berkat bantuan kecerdasan buatan (AI), kamera digital jadul menawarkan karakteristik yang sebaliknya.
Hasil foto dari digicam lawas cenderung memiliki saturasi warna yang unik, sedikit grainy, efek noise yang artistik, serta pancaran lampu flash yang khas.
Keterbatasan teknologi sensor jaman dulu ini justru melahirkan kesan hangat, kasual, dan bernuansa nostalgia otentik yang tidak bisa ditiru secara instan oleh aplikasi filter editing manapun.
Baca Juga: Kamera Jarang Dipakai? Lepas Baterai dan Lensa untuk Cegah Kerusakan Permanen
Menjadi Komoditas Thrifting yang Menjanjikan
Meningkatnya jumlah peminat digicam otomatis menghidupkan kembali ceruk pasar barang bekas. Merek-merek kamera lawas seperti Sony Cyber-shot, Canon Ixy, Olympus Camedia, hingga Samsung Digimax kini menjadi buruan utama.
Kamera saku yang beberapa tahun lalu mungkin hanya dihargai puluhan ribu rupiah atau teronggok di gudang rumah, kini bisa menembus harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah per unitnya, tergantung pada kelengkapan, fungsi, dan kelangkaan seri kamera tersebut.
Baca Juga: Kamera Mini Viral 2026, Digicam Retro hingga Instax Jadi Buruan Anak Muda
Bagi para kolektor dan pemula, berburu digicam bukan sekadar tentang estetika hasil foto semata, melainkan juga pengalaman berburu (hunting) barang antik itu sendiri. Menanti proses transfer foto menggunakan kartu memori kuno ke laptop memberikan kepuasan tersendiri di tengah serba cepatnya ekosistem digital saat ini. (*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Sumber : Radar Madiun