Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang tahun ajaran baru dan musim kelulusan, tren pencarian laptop produktivitas di kalangan anak muda meningkat tajam. Menariknya, lini laptop besutan Apple masih menjadi primadona. Netizen, terutama mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate, kini ramai membandingkan dua opsi populer: bertahan di MacBook Air dengan chip lawas M1 atau langsung berinvestasi ke chip M3 yang jauh lebih modern.
Sebagai laptop yang rilis beberapa tahun lalu, MacBook Air M1 secara mengejutkan masih menjadi komoditas panas di pasar Indonesia pada tahun 2026 ini. Namun, apakah membelinya sekarang masih worth it, atau justru pengeluaran itu akan menjadi sia-sia karena faktor pembaruan sistem operasi ke depan?
Baca Juga: MUS Akui Tunggakan Gaji Eks Karyawan, Pembayaran Dicicil
Performa Harian dan Daya Tahan Baterai
Untuk kebutuhan standar mahasiswa—seperti menyusun skripsi, berselancar di internet, menikmati multimedia, hingga editing video ringan—MacBook Air M1 sebenarnya masih sangat andal. Efisiensi daya chip M1 terbukti membuat baterainya tahan seharian tanpa perlu sering dicolok ke pengisi daya, sebuah keunggulan yang sangat dicari mahasiswa yang sering berpindah kelas atau mengerjakan tugas di kafe.
Namun, bagi mahasiswa yang membutuhkan komputasi lebih berat seperti arsitektur, desain grafis profesional, atau pengembangan aplikasi, MacBook Air M3 menawarkan lompatan performa yang signifikan. Chip M3 membawa arsitektur GPU yang lebih maju dengan dukungan hardware-accelerated ray tracing. Selain itu, MacBook Air M3 sudah mendukung penggunaan dua monitor eksternal dalam kondisi layar laptop tertutup, fitur yang tidak dimiliki oleh seri M1.
Menghitung Selisih Harga dan Jangka Waktu macOS
Faktor harga tentu menjadi pertimbangan paling sensitif di kantong mahasiswa. Di pasar Indonesia saat ini, selisih harga antara MacBook Air M1 (kondisi baru sisa stok atau second berkualitas) dengan MacBook Air M3 terbilang cukup jauh, bisa mencapai jutaan rupiah. Bagi mahasiswa dengan anggaran terbatas, selisih dana tersebut tentu bisa dialokasikan untuk kebutuhan akademik lainnya.
Kendati demikian, ada harga yang harus dibayar terkait masa depan perangkat. Memasuki tahun 2026, dukungan pembaruan sistem operasi (macOS) untuk chip M1 sudah semakin mendekati batas akhir siklus hidupnya. Jika Anda membeli MacBook Air M1 sekarang, kemungkinan besar laptop tersebut hanya akan mendapatkan pembaruan sistem operasi utama satu hingga dua tahun lagi.
Baca Juga: Rekomendasi Konsol Game Terbaik 2026, Dari Gaming Santai Sampai Hardcore
Sebaliknya, memilih MacBook Air M3 adalah langkah investasi jangka panjang yang aman (future-proof). Laptop dengan chip M3 dipastikan akan terus menerima pembaruan macOS serta fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) terbaru dari Apple hingga bertahun-tahun ke depan. Jadi, jika targetnya adalah penggunaan jangka panjang hingga dunia kerja nanti, upgrade ke M3 adalah pilihan paling bijak. (*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani