Jawa Pos Radar Madiun - Calon pembeli sepeda minivelo lansiran Pacific Bike kerap dihadapkan pada dilema saat harus memilih antara seri Clash 7.0 dan Clash 5.0.
Kedua sepeda berdesain rangka aerodinamis ini dibanderol dengan selisih harga yang sangat tipis.
Di wilayah Pulau Jawa, Pacific Clash 7.0 dijual seharga Rp 6.950.000, sementara Clash 5.0 dipatok Rp 6.850.000.
Kendati dibangun di atas cetak biru rangka Alloy 6061 yang sama dan kompak menggunakan roda berukuran 20x1-3/8, komponen yang menempel pada keduanya sangat bertolak belakang.
Berikut adalah tiga perbedaan krusial yang wajib Anda ketahui:
1. Kokpit dan Postur Berkendara (Dropbar vs Flatbar)
Perbedaan wujud paling mencolok terletak pada area kemudi.
Clash 7.0:
Menggunakan stang balap melengkung (dropbar). Desain ini memaksa postur tubuh pengendara lebih merunduk dan aerodinamis.
Sangat cocok untuk memacu kecepatan di jalan lurus ala road bike.
Clash 5.0:
Mengandalkan stang lurus (flatbar). Posisi kemudi ini memberikan postur duduk yang tegak, santai, dan tidak membuat punggung cepat pegal.
Sangat ideal untuk komuter harian (bike to work) dan selap-selip di kemacetan kota.
2. Kelas Komponen Penggerak (Groupset)
Meski sama-sama dibekali 20 percepatan (2x10 speed), kasta transmisi yang digunakan berbeda jalur.
Clash 7.0:
Mengusung komponen jalan raya murni. Sepeda ini menggunakan konfigurasi sistem full Shimano Tiagra 4700 (mulai dari shifter, pemindah gigi depan, hingga pemindah gigi belakang).
Clash 5.0:
Menggunakan racikan komponen campuran. Shifter dan pemindah gigi belakang menggunakan komponen sepeda gunung Shimano Deore M6000 yang tangguh, dipadukan dengan pemindah gigi depan Shimano Tiagra.
Baca Juga: Perbandingan Polygon Strattos S5 dan S7D, Sekilas Mirip tapi Selisih Harga Rp10 Jutaan, Apa Bedanya?
3. Sistem Pengereman (Mekanik vs Hidrolis)
Di sektor pengereman, selisih harga yang lebih murah Rp 100 ribu justru memberikan keuntungan mutlak bagi seri Clash 5.0.
Clash 7.0:
Karena menggunakan tuas rem balap (brifter) Tiagra, sistem pengereman cakramnya masih berjenis mekanik (menggunakan tarikan kawat kabel).
Clash 5.0:
Berkat penggunaan stang flatbar, pabrikan leluasa membenamkan sistem rem cakram hidrolis (Hydraulic Disc Brake) Tektro M-275.
Rem hidrolis terbukti jauh lebih pakem, empuk ditarik, dan minim perawatan dibandingkan rem mekanik.
Tabel Ringkasan Spesifikasi
| Fitur Utama | Pacific Clash 7.0 (Rp 6.950.000) | Pacific Clash 5.0 (Rp 6.850.000) |
| Bentuk Stang | Dropbar (Stang Balap Melengkung) | Flatbar (Stang Lurus) |
| Gaya Berkendara | Merunduk, agresif, dan sporty | Tegak, santai, dan lincah bermanuver |
| Komponen Shifter | Full Shimano Tiagra 4700 (Road) | Campuran Shimano Deore & Tiagra |
| Sistem Rem | Cakram Mekanik | Cakram Hidrolis (Tektro M-275) |
Catatan: Kedua seri sama-sama menggunakan crankset SYTE Hollowtech 39/53T dan hub jangkrik Novatec Bearing 32H.
Jangan biarkan selisih Rp 100 ribu mengecoh Anda, belilah berdasarkan fungsi.
Pilih Clash 7.0 jika Anda menyukai sensasi balap, ingin memacu kecepatan tinggi secara konstan, dan mengejar tampilan sporty ala road bike.
Pilih Clash 5.0 jika Anda mengutamakan kenyamanan jarak jauh, bersepeda santai di area perkotaan, dan mementingkan keselamatan ekstra berkat gigitan rem hidrolis.
Editor : Mizan Ahsani