Jawa Pos Radar Madiun - Momen libur panjang umumnya dimanfaatkan masyarakat untuk menempuh perjalanan jarak jauh menggunakan mobil pribadi.
Penggunaan kendaraan dengan beban maksimal dan durasi menyala yang panjang ini membuat komponen mesin bekerja jauh lebih berat dibandingkan mobilitas komuter harian.
Sebelum kembali digunakan untuk aktivitas rutin, pemilik kendaraan diwajibkan melakukan inspeksi menyeluruh.
Langkah preventif ini krusial untuk mencegah risiko kerusakan merembet atau mogok mendadak di tengah jalan.
7 Komponen Vital yang Wajib Diperiksa
Berikut adalah tujuh komponen utama mobil yang harus segera dicek usai menempuh perjalanan panjang:
Oli Mesin:
Pelumas bekerja ekstra keras menjaga stabilitas suhu dan meredam gesekan komponen internal mesin selama perjalanan jauh.
Periksa volume dan kualitas oli menggunakan tongkat celup (dipstick). Jika volume menyusut drastis atau warnanya sudah berubah hitam pekat, segera lakukan penggantian agar performa mesin kembali optimal.
Kondisi Ban:
Sebagai satu-satunya komponen yang bergesekan langsung dengan aspal, ban menanggung beban paling berat.
Periksa tekanan angin agar sesuai dengan standar pabrikan, cek ketebalan tapak, serta pastikan tidak ada benjolan atau retakan pada dinding ban. Lakukan inspeksi serupa pada ban cadangan.
Sistem Pengereman:
Rute pegunungan atau kemacetan panjang mempercepat tingkat keausan kampas rem.
Segera lakukan pengecekan di bengkel apabila terdengar bunyi berdecit saat mengerem, injakan pedal terasa lebih dalam dari biasanya, atau daya cengkeram rem mulai berkurang.
Baca Juga: BYD Racco Ramaikan Segmen Kei Car Jepang, Tawarkan Kabin Modern Seharga Rp 268 Jutaan
Radiator dan Cairan Pendingin (Coolant):
Mesin yang beroperasi nonstop rentan mengalami panas berlebih (overheat).
Pastikan volume cairan pendingin di dalam tabung reservoir masih berada di batas aman. Selain itu, periksa kondisi klem dan selang radiator dari potensi kebocoran cairan.
Aki Mobil:
Penggunaan peranti kelistrikan secara masif selama perjalanan (seperti kompresor AC, audio, dan pengisi daya gawai) sangat menguras performa aki.
Periksa tegangan daya listrik, bersihkan terminal aki dari kerak atau karat, dan waspadai gejala aki lemah yang ditandai dengan putaran starter mesin yang terasa berat.
Filter Udara:
Tingginya paparan debu jalanan antarkota membuat saringan udara lebih cepat kotor.
Filter yang tersumbat debu akan menghambat suplai oksigen ke ruang pembakaran, yang berimbas langsung pada penurunan tenaga mesin dan konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros.
Kaki-Kaki dan Suspensi:
Rute perjalanan yang melewati jalan berlubang, aspal bergelombang, atau jalanan rusak sangat memengaruhi kondisi kaki-kaki mobil.
Lakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila suspensi mengeluarkan bunyi ketukan (knocking) atau kemudi kemudi terasa bergetar dan tidak stabil saat dikendarai. (naz)
Editor : Mizan Ahsani