Jawa Pos Radar Madiun - Ban merupakan satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.
Untuk menjaga kenyamanan, keamanan, serta memperpanjang umur pakai si karet bundar, pemilik mobil disarankan melakukan perawatan berkala berupa rotasi posisi ban, spooring (keselarasan sudut roda), dan balancing (keseimbangan putaran roda).
Secara umum, pabrikan merekomendasikan untuk melakukan rotasi ban setiap 6 bulan sekali atau kelipatan 10.000 kilometer.
Jika rotasi diabaikan, ban yang bertindak sebagai penggerak utama akan mengalami keausan yang jauh lebih cepat karena terus-menerus menahan beban puntir mesin, friksi setir, dan tumpuan pengereman.
Panduan Rotasi Ban Sesuai Jenis Penggerak Roda
Metode pemindahan posisi ban tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan wajib disesuaikan dengan jenis penggerak roda mobil Anda agar keausannya merata:
Front Wheel Drive (FWD/Penggerak Roda Depan):
Kedua ban depan dipindahkan ke belakang secara menyilang (depan kiri ke belakang kanan, depan kanan ke belakang kiri). Sementara kedua ban belakang dipindahkan langsung maju ke depan pada sisi yang sama (sejajar).
Rear Wheel Drive (RWD/Penggerak Roda Belakang):
Kedua ban belakang dipindahkan ke depan secara menyilang (belakang kiri ke depan kanan, belakang kanan ke depan kiri). Sementara kedua ban depan dipindahkan langsung mundur ke belakang pada sisi yang sama (sejajar).
All Wheel Drive/4WD (Penggerak Empat Roda):
Kedua set ban bertukar posisi dan sisi secara menyilang penuh. Ban depan mundur dan beralih sisi kiri-kanan, sedangkan ban belakang maju dan beralih sisi kiri-kanan.
Baca Juga: Xiaomi Luncurkan SUV Listrik YU7 GT Besok: Ditenagai Mesin 990 HP, Mampu Melesat 300 Km/Jam
Mengenal Indikator Spooring dan Balancing
Selain pemindahan posisi ban, keselarasan kaki-kaki mobil juga wajib dijaga melalui tindakan spooring dan balancing demi mempertahankan fungsi penanganan (handling) yang optimal.
1. Spooring (Wheel Alignment)
Spooring dilakukan untuk memastikan sudut kelurusan roda kembali presisi sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
Gejala Mobil Wajib Spooring:
Posisi setir tidak lurus (miring) saat mobil melaju di trek lurus, mobil terasa menarik atau condong ke satu sisi (kiri atau kanan) saat setir dilepas, dan permukaan tapak ban aus tidak merata (habis sebelah).
Waktu Ideal:
Setiap 10.000 kilometer, atau segera bawa ke bengkel setelah mobil menghantam lubang dalam dengan keras, menabrak trotoar, atau sering melintasi jalan rusak.
2. Balancing
Balancing berfungsi untuk memastikan bobot pelek dan ban tersebar merata, sehingga roda dapat berputar dengan seimbang tanpa menimbulkan getaran.
Gejala Mobil Wajib Balancing:
Kemudi atau roda setir terasa bergetar hebat saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi, serta ban terasa tidak stabil atau terasa bergoyang.
Waktu Ideal:
Wajib dilakukan secara bersamaan setiap kali menjadwalkan rotasi ban, atau ketika getaran konstan mulai terasa di area kabin.
Dengan mengetahui tips di atas, Anda dapat mengetahui kapan perlu melakukan rotasi ban, spooring, serta balancing pada mobil.
Tentu, tujuannya menjaga stabilitas kendali dan menghemat biaya perawatan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani