Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dampak Harga BBM Naik: Mobil Listrik Bekas Rp 100 Jutaan Banyak Diburu, Mobkas Diesel Sepi Peminat

Titis Osi Kurniawan • Rabu, 20 Mei 2026 | 09:12 WIB
Ilustrasi beli mobil bekas.
Ilustrasi beli mobil bekas.

Jawa Pos Radar Madiun - Dinamika pasar kendaraan roda empat bekas di Tanah Air mulai bergeser.

Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya jenis diesel, memicu peningkatan permintaan yang agresif pada segmen kendaraan listrik murni (Electric Vehicle/EV) bekas.

Sebaliknya, pasar mobil konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) justru mengalami perlambatan.

Pelaku bisnis kendaraan bekas daring, Fariz Czaesariyan, mengungkapkan bahwa tingginya nilai depresiasi (penurunan harga dari kondisi baru) pada unit EV justru menjadi daya tarik utama bagi calon pembeli saat ini.

EV Bekas Murah Jadi Incaran untuk Mobil Kedua

Efisiensi biaya operasional harian menjadi alasan utama konsumen beralih ke mobil listrik. Tren ini menciptakan peta pasar baru di mana segmen harga tertentu menjadi sangat dominan.

Unit EV bekas di kisaran Rp 120 juta hingga Rp 180 juta menjadi yang paling banyak diburu.

Mayoritas pembeli mengincar EV bekas ini untuk digunakan sebagai kendaraan operasional kedua (pendamping mobil utama).

Baca Juga: Xiaomi Luncurkan SUV Listrik YU7 GT Besok: Ditenagai Mesin 990 HP, Mampu Melesat 300 Km/Jam

Segmen Mobil Diesel dan ICE Mengalami Penurunan

Kondisi kontras terjadi pada komoditas mobil bekas berbahan bakar konvensional. Segmen mobil ICE di rentang harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta dilaporkan sangat sepi peminat dalam beberapa waktu terakhir.

Dampak paling signifikan dirasakan oleh para penyedia unit bermesin diesel.

Pemilik Khayangan Garage, Juan Darmawan, menyebutkan bahwa bisnisnya mengalami penurunan volume penjualan hingga 40 persen akibat lesunya minat terhadap mobil diesel bekas.

"Biasanya dalam satu bulan toko kami bisa melepas 5 sampai 8 unit mobil. Sekarang, untuk menjual 4 unit saja sudah sangat sulit. Penjualan mobil bekas diesel jatuh karena imbas kenaikan harga BBM," jelas Juan.

Meski demikian, penurunan ini dinilai sebagai bagian dari dinamika siklus pasar otomotif.

Selain faktor komparasi efisiensi bahan bakar, daya beli masyarakat saat ini juga sedang bergeser karena lebih memprioritaskan alokasi pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan pokok. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#mobil listrik #Harga BBM Naik #mobil diesel #mobil bekas