Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sering Pakai Baju Polyester? Waspada, Ini 4 Bahaya Tersembunyi bagi Kulit hingga Reproduksi!

Mizan Ahsani • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:02 WIB
Tag Label 100% Polyester (syd74)
Tag Label 100% Polyester (syd74)

Jawa Pos Radar Madiun - Pakaian berbahan polyester sangat digemari oleh masyarakat dan mendominasi industri tekstil modern.

Harganya yang terjangkau, sifatnya yang tahan lama, mudah dirawat, dan antikusut membuatnya menjadi pilihan favorit banyak orang.

Namun, tahukah Anda bahwa serat sintetis ini menyimpan potensi bahaya yang tak bisa dipandang sebelah mata?

Proses pembuatan polyester yang sarat akan bahan kimia ternyata membawa dampak buruk, tidak hanya bagi tubuh manusia, tetapi juga kelestarian lingkungan.

Merangkum dari berbagai fakta medis dan lingkungan, berikut adalah deretan bahaya tersembunyi di balik kebiasaan mengenakan pakaian berbahan polyester.

Baca Juga: Jangan Sering Dicuci! Ini Rahasia Merawat Celana Jeans Denim agar Awet dan Warnanya Tidak Pudar

1. Iritasi Kulit dan Alergi

Bahan kimia yang menempel pada serat polyester sangat berisiko memicu reaksi alergi seperti ruam merah, gatal-gatal, eksim, hingga dermatitis.

Selain itu, kain ini memiliki daya serap keringat yang sangat buruk.

Ketika suhu tubuh meningkat, keringat akan terperangkap di permukaan kulit dan menciptakan lingkungan lembap yang sangat ideal bagi perkembangbiakan bakteri serta jamur.

Belum lagi, polyester rentan menghasilkan listrik statis yang dapat menarik partikel debu dan kotoran langsung ke kulit Anda.

2. Memicu Masalah Pernapasan

Serat polyester pada dasarnya adalah plastik mikroskopis.

Saat Anda beraktivitas atau mencuci pakaian tersebut, serat-serat halus ini dapat terlepas ke udara.

Jika terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan secara terus-menerus, partikel halus ini dapat mengiritasi paru-paru dan memicu atau memperburuk penyakit pernapasan seperti asma, batuk kronis, hingga alergi debu.

3. Gangguan Endokrin dan Reproduksi

Bahaya yang paling mengejutkan adalah dampaknya terhadap sistem hormon.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa residu bahan kimia dalam produksi polyester berpotensi menjadi endocrine disruptor (pengganggu sistem endokrin).

Sistem endokrin bertugas mengatur fungsi vital tubuh seperti metabolisme dan pertumbuhan.

Gangguan pada sistem ini dapat memicu masalah jangka panjang seperti gangguan tiroid, diabetes, hingga masalah kesuburan (termasuk risiko disfungsi ereksi atau impoten pada pria).

4. Ancaman Ekstrim bagi Lingkungan

Dari sisi ekologis, polyester adalah mimpi buruk. Proses produksinya rakus energi dan menyumbang emisi gas rumah kaca yang masif.

Parahnya lagi, setiap kali Anda mencuci baju polyester, ribuan serat mikroplastik akan luruh dan mengalir ke sungai hingga lautan.

Mikroplastik yang tidak dapat diurai oleh alam ini pada akhirnya akan termakan oleh ikan dan masuk kembali ke dalam rantai makanan manusia.

Baca Juga: Sepatu Kulit Asli Cepat Pecah dan Berjamur? Ini 5 Rahasia Perawatan Ekstra agar Awet Bertahun-tahun!

Solusi Berpakaian Aman dan Nyaman

Mengingat Indonesia memiliki iklim tropis yang cenderung panas dan lembap, menggunakan polyester untuk aktivitas sehari-hari sangat tidak disarankan.

Sebagai alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan, mulailah beralih ke pakaian berbahan serat alami.

Pilihlah baju berbahan dasar katun, linen, sutra, atau rayon.

Selain terasa jauh lebih lembut di kulit, material alami memiliki sirkulasi udara (breathability) yang sangat baik dan mampu menyerap keringat dengan optimal, sehingga tubuh tetap sejuk dan terhindar dari iritasi. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#polyester #bahaya polyester #bahaya reproduksi #Iritasi #kesehatan kulit