Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bosan Nongkrong Biasa? Intip Tren Baru Anak Muda Kota yang Pilih 'Silent Walking' Demi Usir Stres

Mizan Ahsani • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:56 WIB
iluastrasi silent walking (https://6abc.com)
iluastrasi silent walking (https://6abc.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Riuh pikuk mesin kopi, kepulan asap rokok elektrik, dan obrolan bernada tinggi biasanya menjadi pemandangan wajib di sudut-sudut kafe kota besar setiap akhir pekan. Namun, belakangan ini, lanskap gaya hidup nongkrong anak muda urban mulai bergeser. Sebagian dari mereka memilih menepi dari konsep cafe hopping konvensional dan beralih ke tren baru yang lebih ramah kantong sekaligus ramah kesehatan mental: silent walking dan board game cafe.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Di tengah gempuran target pekerjaan dan paparan layar gawai yang tiada henti, esensi dari hiburan itu sendiri mulai dipertanyakan. Nongkrong di kafe estetik yang awalnya diniatkan untuk healing, sering kali justru berakhir menjadi ajang adu gengsi sosial atau sekadar pindah tempat mematung di depan layar ponsel masing-masing.

Baca Juga: 10 Kota dan Kabupaten dengan UMR Tertinggi di Indonesia 2026

Kembali ke Titik Nol: Apa Itu Silent Walking?

Silent walking atau jalan kaki dalam keheningan adalah aktivitas berjalan kaki tanpa distraksi apa pun. Tidak ada earphone yang menyumbat telinga, tidak ada pemutaran musik, tidak ada siniar (podcast), dan ponsel sepenuhnya disimpan di dalam tas.

Bagi generasi muda perkotaan, tren ini menjadi bentuk detoksifikasi digital yang paling instan. Berjalan kaki dalam sunyi memaksa pikiran untuk hadir sepenuhnya di momen saat ini (mindfulness). Aktivitas ini memberikan ruang bagi otak untuk beristirahat dari stimulasi berlebih, menurunkan hormon kortisol pemicu stres, dan mengembalikan fokus yang sempat terkikis oleh rutinitas kerja yang monoton.

Melepas Penat Lewat Interaksi Nyata di Board Game Cafe

Selain menyusuri jalanan dalam keheningan, alternatif lain yang tidak kalah naik daun adalah berkunjung ke board game cafe. Berbeda dengan kafe biasa yang mengandalkan koneksi Wi-Fi cepat, kafe jenis ini justru meminimalkan penggunaan gawai.

Anak-anak muda datang berombongan atau bahkan bergabung dengan komunitas baru untuk bermain permainan papan fisik seperti Monopoly, Catan, hingga Werewolf. Interaksi langsung, gelak tawa tanpa sekat layar, dan stimulasi taktik permainan terbukti ampuh memicu hormon endorfin. Menariknya, aktivitas ini tergolong murah meriah karena biaya sewa permainan biasanya jauh lebih ekonomis dibanding harus memesan menu kopi premium berkali-kali.

Lokasi Ideal untuk Memulai Tren Ini

Bagi Anda yang ingin mencoba keluar dari lingkaran jenuh nongkrong biasa, beberapa tipe lokasi berikut bisa menjadi pilihan yang tepat:

  • Taman Kota dan Hutan Kota: Area hijau yang steril dari bising kendaraan bermotor menjadi tempat terbaik untuk mengeksplorasi silent walking di pagi atau sore hari.

  • Kawasan Pedestrian Luas: Trotoar yang tertata rapi di pusat kota, asalkan diakses saat jam-jam sepi, dapat memberikan sensasi meditatif yang unik saat berjalan kaki.

  • Creative Hub dan Komunitas Lokal: Biasanya menyediakan ruang komunal khusus atau kafe bertema board game yang ramah bagi pemula yang ingin bergabung.

Baca Juga: Jangan Sering Dicuci! Ini Rahasia Merawat Celana Jeans Denim agar Awet dan Warnanya Tidak Pudar

Pergeseran tren ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan mental (mental health) di kalangan anak muda terus meningkat. Hiburan tidak lagi melulu soal validasi visual di media sosial, melainkan tentang bagaimana mengembalikan ketenangan jiwa secara nyata tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.(*) 

* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#silent walking #refreshing #stres #tren