Jawa Pos Radar Madiun - Belakangan ini, Polygon Siskiu TE tengah menjadi sorotan di kalangan pencinta sepeda gunung alias MTB.
E-bike bergenre trail ini bahkan mendapat julukan unik sebagai sepeda sesat paling nyaman untuk menemani petualangan dan eksplorasi jalur off-road yang tak terduga.
Dibanderol di kisaran harga Rp 55 jutaan, Siskiu TE diklaim mampu menyajikan sensasi gesit layaknya MTB full suspension konvensional, namun dengan suntikan tenaga elektrik.
Sehingga, tanjakan seekstrem apapun terasa jauh lebih ringan untuk dilibas.
Desain Gahar Ala Kendaraan Militer
Secara visual, Polygon Siskiu TE memancarkan aura agresif.
Rangka (frame) ALX khas Polygon dibalut dengan perpaduan warna brown olive (cokelat zaitun) dan hitam, menciptakan estetika yang sering disamakan dengan kendaraan militer taktis (military vehicle).
Bentuk frame dengan profil rounded polygonal memberikan kesan padat dan kokoh. Menariknya, integrasi motor listrik Shimano EP801 pada area bottom bracket dieksekusi dengan sangat rapi dan compact.
Keunggulan Geometri Trail:
1. Seat Tube 77 Derajat
Membuat posisi tubuh lebih maju, sehingga kayuhan terasa sangat efisien saat melibas tanjakan.
Baca Juga: Daftar Pemain Timnas Jerman di Piala Dunia 2026: Kiper Bayern Muenchen Manuel Neuer Masuk
2. Head Tube 65 Derajat
Memberikan tingkat kestabilan dan rasa percaya diri yang tinggi saat menuruni jalur curam.
3. Chainstay 440 mm
Ukuran yang relatif pendek ini membuat handling sepeda tetap lincah saat bermanuver di jalur teknikal.
4. Fitur Flip Chip
Memungkinkan rider untuk mengubah konfigurasi roda belakang antara full 29er (29 inci) atau mullet (roda depan 29 inci, belakang 27,5 inci) untuk menyesuaikan ground clearance dan gaya berkendara.
Dapur Pacu: Bertenaga dan Efisien
Daya tarik utama dari Siskiu T7E tentu saja berada pada sektor elektrifikasinya. Polygon memercayakan motor listrik dari Shimano yang dikenal responsif dan andal.
| Motor Listrik | Shimano EP801 (Torsi 85 Nm, Daya Max 600W, Bobot 2,6 kg) |
| Baterai | 630 Wh |
| Groupset (Drivetrain) | Kombinasi Shimano SLX & Deore 12-Speed |
| Pengereman | SRAM Code R |
| Roda & Ban | Wheelset Entity XL3 dengan ban Schwalbe Hans Dampf 29x2.60 |
Baca Juga: Relawan Asal Ponorogo Ditawan Tentara Israel, Hilang Kontak di Laut Mediterania
Tenaga yang disalurkan motor ini terasa sangat instan tanpa lag (jeda) saat pedal diinjak. Pengendara disuguhkan tiga mode tenaga utama: Eco, Trail, dan Boost.
Namun, fitur 7-Step Power Mode menjadi favorit karena memungkinkan rider mengatur suplai tenaga secara mikro menyesuaikan gradien tanjakan.
Selain itu, fitur Walk Assist sangat membantu ketika pengendara terpaksa harus turun dan mendorong sepeda di tanjakan yang sudah tidak masuk akal untuk dikayuh.
Terkait efisiensi baterai berkapasitas 630 Wh, pengujian di jalanan perkotaan sejauh 32 kilometer menggunakan mode Boost maksimal hanya mengonsumsi 4 bar daya.
Jika disimulasikan, jarak tempuh maksimal diperkirakan mampu menyentuh angka 80 kilometer dalam kondisi tenaga penuh.
Dengan segala fitur modern, motor bertenaga besar, dan kualitas finishing premium, banderol Rp 55 jutaan membuat Polygon Siskiu TE menjadi e-MTB budget-friendly yang sangat worth it.
Karakter sepedanya yang andal menjadikannya kendaraan yang sempurna bagi rider yang gemar tersesat di tengah hutan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani