Jawa Pos Radar Madiun - Ketangguhan rangka serat karbon untuk petualangan jarak jauh kerap diragukan oleh para penggiat touring tradisional.
Namun, hal ini berhasil ditepis oleh Polygon Tambora G8X melalui material karbon ACX andalannya.
Codey Orgill, petualang sepeda yang menguji Tambora G8X selama enam bulan, awalnya mengaku skeptis terhadap daya tahan material karbon.
Namun, setelah pengujian intensif untuk komuter dan touring, ia mengakui kekokohan rangka tersebut.
Dengan bobot total sekitar 9,6 kg, Codey menilai sepeda ini memiliki tingkat kekakuan (stiffness) yang luar biasa untuk mentransfer daya saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Namun yang mengejutkan, sepeda gravel tersebut tetap mampu meredam getaran dengan baik saat melewati jalan kerikil bergelombang.
Baca Juga: Sepeda Gravel Polygon Tambora G8X Dipakai Touring China hingga Vietnam, Begini Ulasannya
Komponen Premium SRAM Rival eTap AXS
Salah satu nilai jual tertinggi dari Tambora G8X menurut Codey adalah spesifikasi komponennya yang jauh melampaui ekspektasi untuk kelas harganya.
Sepeda ini sudah dibekali groupset nirkabel premium:
-
Rear Derailleur: SRAM Rival XPLR eTap AXS 12-speed
-
Crankset: SRAM Rival 1 Wide 40T
-
Cassette: SRAM XG-1251 12-speed 10-44T
-
Pengereman: Cakram hidrolik SRAM Rival dengan rotor 160mm.
"Sistem groupset SRAM Rival eTap AXS saja bernilai lebih dari 2.000 AUD (Rp 25 juta), membuat harga total sepeda ini sangat impresif," jelas Codey.
Meski begitu, ia memberikan satu catatan penting bagi para petualang. Karena menggunakan sistem pergantian gigi elektronik, pengendara wajib memastikan baterai selalu terisi daya.
Membawa charger menjadi barang wajib saat melakukan bikepacking agar tidak terjebak dalam kondisi satu gigi mati akibat kehabisan baterai di tengah perjalanan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani