Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jangan Diabaikan! Ini Penyebab Utama CVT Motor Matik Terdengar 'Ngorok' saat Tanjakan dan Estimasi Biaya Perbaikannya

Mizan Ahsani • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:23 WIB
Ilustrasi cvt motor
Ilustrasi cvt motor

Jawa Pos Radar Madiun - Populasi sepeda motor dengan transmisi otomatis alias motor matik kian mendominasi jalanan perkotaan maupun pedesaan. Di balik kepraktisan yang ditawarkan, belakangan ini muncul tren keluhan yang kerap dialami para penunggang motor matik, yakni timbulnya suara kasar menyerupai gejala 'ngorok' pada area Continuously Variable Transmission (CVT). Bunyi mengganggu ini biasanya paling nyaring terdengar saat motor mulai berakselerasi di jalan menanjak atau ketika terjebak di tengah kemacetan yang padat.

Baca Juga: DKPP Kota Madiun Temukan 7 Hewan Kurban Sakit, Warga Diminta Waspada

Munculnya suara tidak wajar dari sasis transmisi ini jelas memicu rasa tidak nyaman dan waswas bagi pengendara. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan medis otomotif yang tepat, gejala awal berupa suara berisik ini berpotensi memicu kerusakan berantai yang merembet ke komponen vital lainnya hingga menyebabkan motor mogok.

Tiga Komponen Utama yang Menjadi Biang Kerok

Secara teknis, ruang CVT dihuni oleh deretan komponen yang saling bergesekan dengan kecepatan tinggi. Ketika muncul suara ngorok saat motor diberi beban akselerasi, setidaknya ada tiga komponen utama yang wajib segera dibongkar dan diperiksa:

  1. Keausan Roller: Komponen berbentuk silinder kecil ini berfungsi sebagai penggerak dinding puli primer. Seiring masa pakai, bentuk roller yang semula bulat sempurna bisa berubah menjadi peyang atau mengotak akibat gesekan konstan. Bentuk yang tidak presisi inilah yang memicu getaran hebat dan suara bising saat puli berputar di tanjakan.

  2. Rumah Roller (Pulley Primary) yang Terkikis: Selain roller-nya, jalur atau got rumah tempat roller bergerak juga bisa mengalami keausan dan menjadi longgar. Kerenggangan yang melebihi batas toleransi pabrikan ini membuat komponen di dalamnya saling berbenturan dan menghasilkan suara kasar.

  3. V-Belt yang Mulai Longgar dan Retak: Sabuk penggerak berbahan karet rajutan ini memiliki masa pakai optimal tersendiri. V-belt yang sudah melar atau kaku tidak akan mampu mencengkeram dinding puli secara sempurna. Akibatnya, terjadi slip yang memicu bunyi berdecit keras atau desiran kasar saat motor dipaksa menanjak.

Estimasi Biaya Servis Ringan di Bengkel Resmi vs Bengkel Umum

Untuk menyembuhkan gejala ngorok ini, pemilik kendaraan disarankan segera melakukan servis ringan atau perawatan berkala pada sektor CVT. Pilihan penanganan bisa disesuaikan dengan anggaran dompet masing-masing di bengkel resmi maupun bengkel umum kepercayaan.

Untuk jasa servis CVT ringan berupa pembersihan dari debu, pelumasan ulang (greasing) pada komponen bergerak, dan pengecekan menyeluruh, bengkel resmi (AHASS atau Yamaha JG/Sentral) umumnya mematok tarif jasa berkisar antara Rp 45.000 hingga Rp 75.000. Sementara di bengkel umum, tarif jasa serupa relatif lebih miring, yakni di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 50.000.

Baca Juga: Heboh Avanza dan Xpander Dilarang Isi Pertalite 1 Juni 2026, Ini Jawaban Pertamina

Namun, jika dalam proses pembongkaran ditemukan komponen yang harus diganti, konsumen wajib menyiapkan dana tambahan untuk tebusan spare part. Sebagai gambaran, satu set roller original dibanderol sekitar Rp 50.000 hingga Rp 75.000, rumah roller berkisar Rp 80.000 hingga Rp 130.000, dan v-belt baru berada di angka Rp 120.000 hingga Rp 180.000 tergantung tipe motor. Melakukan perawatan rutin setiap 6.000 hingga 8.000 kilometer menjadi kunci utama agar performa motor matik tetap halus, bertenaga, dan bebas dari gangguan suara ngorok yang menguras dompet.(*)

*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#V-Belt #komponen cvt #motor matic #otomotif #cvt