Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rupiah Melemah Bikin Harga Mobil Naik? BYD Blak-blakan Ungkap Strategi Penjualannya

Yunita Tri Desianti • Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:28 WIB
BYD M6 DM menggunakan mesin PHEV. (PALEMBANG POS)
BYD M6 DM menggunakan mesin PHEV. (PALEMBANG POS)

Jawa Pos Radar Madiun - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kerap menjadi tantangan besar bagi industri otomotif, terutama yang mengandalkan komponen impor.

Namun, PT BYD Motors Indonesia memastikan belum berencana menaikkan harga jual lini kendaraan listriknya di Tanah Air.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa perusahaan telah memetakan dan mengantisipasi berbagai risiko fluktuasi ekonomi sejak awal sebelum memutuskan berinvestasi besar-besaran di Indonesia.

"Kita telah memikirkan kondisi-kondisi ini melalui comprehensive study dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident (percaya diri) dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, harga, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan," ujar Luther di Jakarta, Senin (18/5).

Meski saat ini harga dipastikan aman dan stabil, Luther tidak menampik bahwa penyesuaian harga atau kenaikan banderol kendaraan sangat mungkin terjadi pada masa mendatang jika kondisi makroekonomi terus menekan biaya produksi.

"Kalau ditanya potensi, mungkin saja, tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami," tambahnya mengklarifikasi.

Baca Juga: Ban Soft Compound Ring 17 Makin Diminati, Cocok untuk Harian hingga Cornering

Pabrik Subang Segera Beroperasi di 2026

Langkah percaya diri BYD dalam menahan harga ini juga tak lepas dari progres lokalisasi produksi mereka.

Saat ini, raksasa otomotif asal China tersebut tengah mengebut pembangunan fasilitas perakitan kendaraan di Subang, Jawa Barat.

Pabrik berskala masif dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun tersebut dilaporkan sudah memasuki tahap final. Rencananya, fasilitas ini ditargetkan bisa beroperasi penuh pada tahun 2026 ini.

Kehadiran pabrik lokal tentu akan menekan biaya logistik dan produksi secara signifikan.

Sejauh ini, BYD telah membangun jaringan pemasaran yang kuat di berbagai kota di Indonesia dan sukses memasarkan sejumlah model mobil listrik populer, mulai dari tipe sedan hingga MPV, yakni BYD Seal, BYD Atto 3, BYD Dolphin, hingga BYD M6. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#harga mobil naik #mobil listrik #nilai tukar rupiah #Harga Mobil 2026 #byd