Jawa Pos Radar Madiun - Merawat mobil bertransmisi otomatis jenis Continuously Variable Transmission (CVT) ternyata tidak cukup hanya dengan mengandalkan rutinitas ganti oli transmisi.
Ada satu komponen krusial yang kerap luput dari perhatian pemilik kendaraan, yakni filter CVT.
Filter CVT memiliki peran yang sangat vital sebagai penyaring kotoran dan gramasi logam yang terdapat pada oli transmisi yang sudah jenuh.
Jika diabaikan, kotoran yang menumpuk dapat mengganggu performa dan merusak komponen transmisi kendaraan Anda.
Menurut Sugito, pemilik bengkel spesialis Honda Camp di kawasan Pramuka, Jakarta Pusat, keberadaan filter CVT di dalam ruang transmisi sangat penting untuk menjaga kebersihan sirkulasi kinerja pelumas.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemilik mobil matic melakukan pengecekan dan penggantian filter CVT secara berkala, yakni setiap mobil mencapai jarak tempuh 100.000 hingga 120.000 kilometer.
“Komponen ini pemakaiannya jangka panjang, tapi penting untuk diganti,” ujar Sugito.
Baca Juga: Daftar Pemenang Penghargaan Individu Super League 2025-2026: Mariano Peralta Pemain Terbaik
Ciri-Ciri Filter CVT Kotor dan Harus Diganti
Kelalaian dalam mengganti komponen penyaring ini dapat memberikan dampak buruk yang langsung terasa pada pengalaman berkendara.
Sugito membeberkan beberapa gejala yang akan muncul jika filter CVT mobil Anda sudah kotor atau tersumbat:
-
Kurang Responsif: Kerja transmisi CVT menjadi lambat dalam merespons injakan pedal gas.
-
Akselerasi Terasa Berat: Tarikan mesin terasa tertahan dan tidak nyaman saat mobil mulai dipacu.
-
Muncul Jeda dan Hentakan: Terdapat jeda (delay) yang terasa mengganggu dan disertai dengan hentakan kasar saat mobil berakselerasi.
Jika mobil matic kesayangan Anda sudah mulai menunjukkan gejala-gejala tidak wajar di atas, segera bawa kendaraan ke bengkel kepercayaan Anda.
Pastikan untuk mengecek kondisi filter CVT sebelum kerusakan merembet ke komponen transmisi lainnya yang harganya jauh lebih mahal. (naz)
Editor : Mizan Ahsani