Jawa Pos Radar Madiun - Meski sudah berusia beberapa tahun, MacBook M1 bekas ternyata masih jadi incaran banyak orang di 2026. Harga yang kini makin turun membuat laptop Apple ini dianggap sebagai salah satu opsi paling menarik untuk kerja, kuliah, hingga editing ringan tanpa harus mengeluarkan budget belasan juta rupiah.
Chip Apple M1 yang sempat mengubah pasar laptop sejak pertama rilis masih mampu memberikan performa yang tergolong kencang untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, banyak pengguna menilai MacBook M1 masih lebih stabil dibanding beberapa laptop Windows baru di kelas harga serupa.
Performa Masih Kencang untuk Kerja Harian
Salah satu alasan utama MacBook M1 masih diminati tentu karena performanya yang tetap responsif.
Baca Juga: 5 Tanda Laptop Kamu Sudah Tidak Layak Dipakai di 2026
Laptop ini masih sangat nyaman digunakan untuk multitasking seperti membuka banyak tab browser, meeting online, desain ringan, editing foto, hingga editing video Full HD.
Sistem macOS yang terkenal ringan dan optimal juga membuat performa MacBook M1 tetap terasa lancar meski bukan perangkat keluaran terbaru.
Baterai Tetap Jadi Nilai Jual Utama
MacBook M1 juga masih unggul di sektor efisiensi baterai.
Untuk penggunaan normal seperti mengetik, browsing, streaming, dan pekerjaan kantor, daya tahan baterainya masih bisa bertahan seharian tanpa harus sering mengisi ulang.
Hal ini membuat MacBook M1 tetap nyaman dipakai untuk kerja mobile maupun aktivitas kuliah.
Desain Premium Masih Terlihat Modern
Walau bukan model terbaru, desain MacBook M1 masih terlihat elegan dan premium di 2026.
Bodinya tipis, ringan, dan mudah dibawa bepergian. Material aluminium khas Apple juga membuat laptop ini masih terasa mewah dibanding banyak laptop lain di kelas harga serupa.
Baca Juga: Kritik Sosial Black Horses dalam Album Jahanam, Lebih Mengena dengan Lirik Bahasa Indonesia
Karena itu, banyak pengguna merasa desain MacBook M1 belum terlihat “jadul” meskipun sudah beberapa tahun beredar di pasaran.
Cocok untuk Pengguna Ekosistem Apple
Bagi pengguna iPhone atau iPad, MacBook M1 menawarkan integrasi yang masih sangat nyaman.
Fitur seperti AirDrop, iMessage, sinkronisasi file, clipboard antar perangkat, hingga ekosistem Apple lainnya tetap menjadi nilai tambah besar yang sulit ditemukan di laptop biasa.
Hal seperti ini membuat pengalaman penggunaan terasa lebih praktis untuk pengguna produk Apple.
Port Masih Sangat Minim
Meski punya banyak kelebihan, MacBook M1 tetap memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Salah satunya adalah jumlah port yang sangat terbatas. Laptop ini hanya memiliki dua port USB-C sehingga pengguna biasanya membutuhkan dongle tambahan untuk HDMI, USB biasa, maupun card reader.
Bagi sebagian orang, hal ini cukup merepotkan terutama untuk kebutuhan kerja tertentu.
Baca Juga: Rekomendasi Ban Donat 300 Ribuan Ring 14, Nyaman untuk Harian dan Tetap Stabil
RAM dan SSD Tidak Bisa Upgrade
Berbeda dengan beberapa laptop Windows, RAM dan penyimpanan MacBook M1 tertanam langsung di motherboard.
Artinya pengguna tidak bisa melakukan upgrade RAM atau SSD di kemudian hari.
Karena itu, penting memilih kapasitas yang sesuai kebutuhan sejak awal agar laptop tetap nyaman dipakai beberapa tahun ke depan.
Wajib Cek Battery Health
Karena statusnya barang bekas, kondisi baterai menjadi faktor yang sangat penting saat membeli MacBook M1 second.
Pengguna disarankan mengecek battery health sebelum membeli agar tidak mendapatkan unit dengan kondisi baterai terlalu menurun.
Battery health yang rendah bisa mempengaruhi daya tahan dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Jadi, Masih Worth It di 2026?
Kalau kebutuhanmu fokus untuk kerja kantoran, kuliah, editing ringan, browsing, hingga content creation standar, MacBook M1 bekas masih sangat worth it di 2026.
Apalagi harganya kini jauh lebih masuk akal dibanding saat pertama rilis.
Namun jika kebutuhanmu sudah masuk editing video berat, rendering 3D, atau gaming, mungkin lebih baik mempertimbangkan MacBook generasi lebih baru atau laptop Windows performa tinggi.
Editor : Nur Wachid