Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengenal DPF pada Mobil Diesel Modern: Fungsi dan Alasan Wajib Diajak "Lari" di Tol

Mizan Ahsani • Selasa, 26 Mei 2026 | 12:00 WIB
ilustrasi dpf (diesel particulate filter)(russfilterreinigung.de)
ilustrasi dpf (diesel particulate filter)(russfilterreinigung.de)

Jawa Pos Radar Madiun - Bagi para pemilik mobil bermesin diesel modern, istilah Diesel Particulate Filter (DPF) memegang peranan krusial. Komponen ini merupakan garda terdepan dalam sistem pengendalian emisi kendaraan untuk mencegah polusi udara. Namun, tidak semua pemilik memahami secara teknis bagaimana komponen ini bekerja dan mengapa mobil diesel kekinian sesekali wajib diajak "lari" atau dipacu pada kecepatan tinggi.

Lantas, apa arti DPF pada mobil? DPF merupakan singkatan dari Diesel Particulate Filter, sebuah komponen yang juga dikenal sebagai perangkap partikulat. Tabung filter ini umumnya diletakkan di bagian tengah sistem saluran gas buang atau knalpot kendaraan. Tugas utamanya sangat jelas: menangkap jelaga atau partikel sisa pembakaran agar asap hitam tidak mengepul ke udara bebas.

Baca Juga: Waspada! Ini 6 Tanda Filter Bensin Mobil Kotor yang Bisa Bikin Mesin Mati Mendadak

Kecanggihan DPF terletak pada material di dalamnya. Komponen ini dilengkapi dengan logam langka seperti platinum, rhodium, dan paladium. Logam-logam mulia tersebut dimanfaatkan untuk menyaring sekaligus mengkatalisis emisi gas buang. Setelah menangkap partikel yang berbahaya, proses katalitik akan mengubah nitrogen oksida menjadi gas nitrogen dan uap air yang sifatnya tidak berbahaya. Proses ini secara otomatis membuat kendaraan diesel jauh lebih ramah lingkungan.

Kendati sangat efektif menahan jelaga, DPF ibarat kantong debu yang memiliki batas penampungan. Jika terus-menerus menampung jelaga tanpa dibersihkan, filter akan mengalami kebuntuan. Di sinilah letak pentingnya mengemudikan mobil diesel modern pada kecepatan tinggi secara berkala, seperti di lintasan jalan tol bebas hambatan.

Baca Juga: Rahasia Truk Diesel Isuzu ELF NLR L Tembus 8,6 Km per Liter, Andalkan Mesin Common Rail Euro 4

Tujuan utama mengajak mobil "lari" adalah untuk memicu siklus regenerasi DPF. Regenerasi adalah proses pembakaran tumpukan debu jelaga yang terperangkap di dalam filter. Ketika mobil melaju pada kecepatan dan RPM yang stabil dan tinggi, suhu gas buang akan meningkat drastis. Suhu panas ekstrem inilah yang akan memanggang dan membakar habis tumpukan jelaga di dalam DPF menjadi abu halus yang mudah terbuang.

Jika mobil diesel hanya digunakan di dalam kota dengan kondisi lalu lintas yang macet (stop and go), suhu gas buang tidak akan cukup panas untuk memicu regenerasi. Akibatnya, risiko DPF tersumbat menjadi sangat besar. Kebuntuan pada DPF tidak hanya membuat lampu indikator mesin (Check Engine) menyala, tetapi juga menurunkan performa mesin, membuat konsumsi BBM lebih boros, hingga memicu kerusakan yang memakan biaya perbaikan tidak sedikit.

Baca Juga: Kenaikan Pertamina Dex dan Dexlite Bikin Waswas, Pelaku Industri Mulai Cemas Pasar Mobil Diesel Lesu

Kehadiran komponen DPF membuktikan lompatan teknologi mesin diesel yang kini tak lagi identik dengan asap hitam pekat. Dengan pemahaman teknis dan perawatan yang tepat—seperti rutin melakukan regenerasi di jalan tol—performa mesin diesel akan tetap optimal dengan tingkat emisi gas buang yang bersih.(*)

*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#Diesel Particulate Filter #mengenal DPF #diesel #otomotif #mobil diesel