Derby Romero hingga Michelle Ziudith, Artis Indonesia yang Hobi Main Tamiya

Bagas Bimantara • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 13:27 WIB
Michelle Ziudith
Michelle Ziudith

Jawa Pos Radar Madiun – Suara dinamo berdengung, mobil kecil melesat di tikungan, lalu penonton bersorak saat Mini 4WD berhasil mendarat mulus setelah lane changer. Suasana seperti ini kini kembali ramai ditemui di berbagai arena Tamiya di Indonesia.

Menariknya, hobi Tamiya atau Mini 4WD ternyata tidak hanya digemari kolektor dan penghobi otomotif. Sejumlah artis Indonesia juga diketahui ikut terjun ke dunia mobil rakit legendaris asal Jepang tersebut.

Bagi sebagian figur publik, Tamiya bukan sekadar mainan masa kecil. Ada yang menjadikannya sarana nostalgia, pelepas stres, hingga hobi serius karena serunya proses setting dan modifikasi mobil di lintasan balap.

Baca Juga: 5 Setting Tamiya Paling Kencang yang Sering Dipakai Racer Mini 4WD

Derby Romero Masih Menyimpan Nostalgia Mini 4WD

Nama Derby Romero menjadi salah satu artis yang cukup identik dengan dunia otomotif dan kultur Jepang.

Aktor sekaligus musisi ini diketahui menyukai Tamiya sejak era anime Let’s & Go!! booming di televisi pada akhir 1990-an. Saat itu, banyak anak-anak berlomba membeli Magnum Saber, Sonic Saber, hingga Brocken Gigant setelah melihat aksi Go dan Retsu di layar kaca.

Nuansa nostalgia itulah yang membuat Derby tetap tertarik dengan dunia Mini 4WD hingga sekarang.

Di beberapa kesempatan, Derby disebut masih mengoleksi sejumlah model Tamiya klasik yang kini mulai sulit ditemukan. Ketertarikannya terhadap modifikasi dan dunia mekanik juga membuat hobi Tamiya terasa semakin seru baginya.

Bagi banyak penghobi, sensasi merakit mobil kecil lalu mengatur setting agar stabil di lintasan memang menjadi pengalaman yang bikin ketagihan.

Michelle Ziudith Punya Hobi yang Tak Banyak Diketahui

Di balik imej anggun dan kalemnya di layar kaca, Michelle Ziudith ternyata memiliki hobi yang cukup unik.

Aktris tersebut diketahui menyukai model kit dan Mini 4WD sejak lama. Menariknya, Michelle tidak hanya membeli mobil jadi untuk koleksi, tetapi juga ikut merakit dan melakukan modifikasi sendiri.

Mulai dari mengganti dinamo, memilih gear ratio, hingga menentukan jenis ban menjadi bagian yang justru dianggap paling menyenangkan.

Bagi Michelle, proses merakit Tamiya membutuhkan ketelitian dan fokus sehingga terasa seperti aktivitas healing di tengah kesibukan dunia hiburan.

Tidak sedikit penghobi Mini 4WD yang memang menganggap proses tuning sebagai bagian paling seru dibanding sekadar balapan.

Baca Juga: Rekomendasi Ban Tamiya Terbaik untuk Balapan, Racer STO dan STB Wajib Tahu

Arena Tamiya Kini Kembali Ramai

Popularitas Tamiya sendiri memang mulai naik lagi dalam beberapa tahun terakhir.

Di berbagai kota, komunitas Mini 4WD kembali aktif mengadakan latihan bersama hingga kompetisi lokal. Arena balap yang dulu sempat sepi kini mulai dipenuhi racer dari berbagai usia.

Menariknya, banyak pemain lama yang kembali turun ke lintasan setelah puluhan tahun meninggalkan hobi tersebut.

Suasana paddock pun terasa unik karena dipenuhi obrolan soal setting roller, pilihan dinamo, hingga perdebatan gear ratio paling cocok untuk trek tertentu.

Bukan Sekadar Mainan Anak-anak

Kini Tamiya tidak lagi dipandang sekadar mainan nostalgia.

Baca Juga: Deretan Tamiya Paling Laris di Indonesia, Banyak Diburu Kolektor dan Pebalap

Banyak racer rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari setup terbaik demi membuat mobil lebih cepat sekaligus stabil. Bahkan biaya modifikasi Mini 4WD kelas kompetisi bisa mencapai jutaan rupiah tergantung part yang digunakan.

Mulai dari kelas pemula hingga open class, persaingan di lintasan Mini 4WD kini terasa semakin serius dan kompetitif.

Namun di balik atmosfer kompetisi tersebut, banyak penghobi justru menikmati sisi nostalgia dan kebersamaan komunitas yang sulit ditemukan di hobi lain.

Editor : Nur Wachid
artis hobi tamiya derby romero tamiya michelle ziudith tamiya mini 4wd indonesia artis koleksi tamiya