Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pengguna Mobil Matic Wajib Tahu, Kebiasaan Ini Bisa Bikin CVT Jebol

Yunita Tri Desianti • Rabu, 27 Mei 2026 | 08:19 WIB
Ilustrasi perawatan dan mengemudikan mobil matic agar tetap prima.
Ilustrasi perawatan dan mengemudikan mobil matic agar tetap prima.

Jawa Pos Radar Madiun - Bagi Anda yang sehari-hari mengemudikan atau memiliki mobil bertransmisi otomatis (matic), ada satu kebiasaan berkendara yang wajib diperhatikan secara saksama agar komponen kendaraan tidak cepat rusak.

Saat menghadapi jalanan menanjak atau rute pegunungan yang terjal, pengemudi mobil matic umumnya akan memindahkan posisi tuas transmisi ke gigi L (Low).

Secara teknis, memindahkan tuas ke posisi L memang berfungsi untuk menahan putaran girboks di gigi terendah, sehingga mesin dapat mengerahkan torsi maksimalnya untuk merayap naik.

Namun, yang sering kali menjadi catatan penting dan luput dari perhatian pengemudi adalah durasi penggunaannya. 

Jika Anda terlalu sering dan terlalu lama menahan laju mobil menggunakan gigi rendah dengan putaran mesin (RPM) yang sangat tinggi, hal tersebut justru bisa menjadi biang kerok kerusakan fatal pada sistem transmisi di kemudian hari.

Baca Juga: Jam Tangan Q&Q Jenis Ini Punya Desain Elegan, Sangat Cocok untuk Gaya Fashion Wanita Modern

Bahaya Gesekan Berlebih dan Risiko CVT Selip

Kepala Bengkel Nissan Setyabudi Semarang, Andika Herda Permana, memberikan peringatan keras terkait kebiasaan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa komponen kopling ganda dan piringan kopling (clutch disc) pada mobil matic berbasis CVT (Continuously Variable Transmission) sangat rentan mengalami selip.

Kondisi ini dipicu oleh sabuk baja (CVT belt) dan puli yang bergesekan secara terus-menerus dalam tekanan tinggi hingga memicu panas berlebih (overheat).

"Risiko CVT mengalami selip karena kebiasaan pengemudi menggunakan gigi L terus dengan RPM sangat tinggi. Padahal, belum tentu torsi maksimum bisa diraih oleh mesin dengan menahan laju mobil di RPM maksimal mendekati red line," ujar pria yang akrab disapa Dika tersebut.

Menurut Dika, memaksakan mesin meraung di putaran atas sambil terus menahan posisi gigi L tidak berbanding lurus dengan tenaga yang dihasilkan.

Alih-alih mendapatkan dorongan yang kuat, transmisi justru menerima beban penyiksaan yang dapat memperpendek usia pakainya secara drastis.

Baca Juga: 5 Wisata Alam Air di Tawangmangu yang Lagi Hits, Suasananya Adem dan Cocok untuk Healing Keluarga

Kesalahan Fatal saat Terjebak Macet di Tanjakan

Selain menahan gigi L saat melaju, ada satu kesalahan umum lainnya yang juga sangat kerap dilakukan oleh para pengguna mobil matic ketika melintasi kawasan pegunungan. Kesalahan tersebut terjadi ketika mobil terjebak dalam situasi kemacetan lalu lintas.

Banyak pengemudi yang malas memindahkan posisi gigi transmisi dari posisi jalan (D atau L) ke posisi netral (N) atau parkir (P) saat kendaraan harus berhenti sejenak.

Sebagian besar pengemudi beralasan bahwa membiarkan tuas tetap berada di posisi D atau L akan jauh lebih praktis dan memudahkan manuver ketika harus kembali berjalan dalam kondisi stop and go. Namun, kebiasaan yang dianggap sepele ini menyimpan potensi kerusakan yang tidak main-main.

"Pengemudi sering menahan posisi gigi transmisi tetap di D atau L dengan tujuan memudahkan ketika stop and go. Tetapi, cara ini cukup berisiko karena komponen girboks transmisi jadi lebih panas. Jadi, sirkulasi pelumasan oli transmisi lebih lambat dan menimbulkan delay respon shifting gigi terlambat," katanya memberikan edukasi.

Panas berlebih yang menumpuk di area girboks akibat ditahan saat mobil berhenti akan merusak kualitas oli transmisi.

Ketika viskositas oli menurun dan sirkulasinya melambat, maka efek domino yang akan langsung dirasakan pengemudi adalah hilangnya responsivitas kendaraan. 

Perpindahan gigi akan terasa mengentak, tertahan, atau bahkan kehilangan daya dorong sama sekali. Oleh karena itu, biasakanlah memindahkan tuas ke posisi N dan gunakan rem tangan saat mobil matic Anda harus berhenti di tengah kemacetan tanjakan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#transmisi mobil matic #menahan gigi #mobil matic #Overheat #transmisi