Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jangan Tunggu Botak, Ini Waktu Ideal Melakukan Rotasi, Spooring, dan Balancing Ban Mobil

Yunita Tri Desianti • Rabu, 27 Mei 2026 | 10:23 WIB
Ilustrasi ban mobil cepat habis sebelah.
Ilustrasi ban mobil cepat habis sebelah.

Jawa Pos Radar Madiun - Ban merupakan salah satu komponen paling vital pada sebuah kendaraan roda empat yang berinteraksi langsung dengan permukaan aspal.

Oleh karena itu, para pemilik mobil sangat disarankan untuk melakukan perawatan si karet bundar ini secara berkala agar kenyamanan dan keselamatan berkendara tetap terjamin.

Salah satu langkah perawatan mendasar yang pantang dilewatkan adalah melakukan rotasi ban.

Rotasi ban adalah proses memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya secara berkala.

Tujuan utamanya sangat krusial, yakni untuk memastikan tingkat keausan tapak ban terjadi secara merata, sehingga umur pakai ban menjadi lebih panjang dan laju kendaraan tetap stabil saat dikemudikan.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Mitsubishi Motors, apabila rotasi ini diabaikan, ban yang bertugas sebagai penggerak utama mobil baik itu penggerak roda depan maupun belakang biasanya akan jauh lebih cepat aus. 

Hal ini terjadi karena ban penggerak tersebut harus menanggung beban ekstra dari puntiran tenaga mesin, pergerakan setir, hingga beban pengereman. 

Gaya berkendara, kondisi permukaan jalan, serta pengaturan keselarasan sudut roda juga sangat berpengaruh terhadap seberapa cepat ban tersebut tergerus.

Sebagai standar perawatan umum, rotasi ban sangat disarankan untuk dilakukan setiap enam bulan sekali atau setiap jarak tempuh mencapai 10 ribu kilometer.

Baca Juga: Jangan Dibuang! Ini Cara Mengolah Lemak (Gajih) Kambing Menjadi Minyak Samin Gurih untuk Penyedap Masakan

Aturan Rotasi Sesuai Sistem Penggerak Kendaraan

Hal yang perlu diperhatikan adalah proses memutar posisi ban ini tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Setiap sistem penggerak kendaraan memiliki metode rotasinya masing-masing.

Pada mobil berpenggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD), rotasi dilakukan dengan memindahkan kedua ban depan ke posisi belakang dengan cara menyilang dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Sementara itu, ban belakang cukup dimajukan ke posisi depan dengan mempertahankan sisi yang sama.

Metode yang berkebalikan diterapkan pada mobil berpenggerak roda belakang atau Rear Wheel Drive (RWD).

Pada jenis ini, kedua ban belakanglah yang dipindahkan ke posisi depan secara menyilang, sementara kedua ban depan dipindahkan ke belakang pada sisi yang sama. 

Di sisi lain, untuk mobil tangguh berpenggerak empat roda seperti All Wheel Drive (AWD) atau 4WD, proses rotasinya mengharuskan kedua set ban bertukar posisi dan sisi secara menyilang.

Ban depan bergerak mundur sambil bertukar sisi, dan begitu pula sebaliknya untuk ban belakang yang bergerak maju.

Baca Juga: 7 Hotel Nyaman di Klaten yang Cocok untuk Staycation dan Liburan Keluarga

Mengembalikan Keselarasan melalui Spooring dan Balancing

Selain melakukan rotasi secara rutin, pemilik kendaraan juga wajib memperhatikan jadwal spooring dan balancing.

Kedua perawatan ini tidak hanya berperan penting dalam menjaga keausan ban agar tetap merata, tetapi juga menjadi kunci utama agar handling atau pengendalian kemudi dan kenyamanan kabin tetap maksimal.

Proses spooring dilakukan untuk memastikan seluruh roda kembali sejajar dan sudut-sudutnya kembali presisi sesuai dengan spesifikasi pabrikan.

Kendaraan biasanya akan memberikan tanda yang jelas jika sudah waktunya untuk di-spooring.

Indikasi tersebut bisa dirasakan ketika posisi setir terasa tidak lurus saat mobil melaju di jalan datar, laju mobil terasa membuang atau menarik ke salah satu sisi, serta terlihatnya aus atau gelombang pada ban. 

Waktu paling ideal untuk melakukan spooring adalah setiap kelipatan 10 ribu kilometer, atau segera setelah mobil dipaksa melewati jalanan rusak parah, menghantam lubang dalam, maupun membentur trotoar jalan.

Beranjak ke perawatan balancing, proses ini bertujuan untuk memastikan roda dapat berputar dengan seimbang tanpa memicu getaran saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.

Tanda-tanda mobil membutuhkan balancing sangat mudah dikenali, yakni setir yang mendadak terasa bergetar hebat saat melaju kencang di jalan tol, atau ban yang terasa bergoyang dan tidak stabil.

Bengkel resmi merekomendasikan agar balancing dilakukan bersamaan dengan jadwal rotasi ban, atau kapan pun pengemudi mulai merasakan getaran aneh yang berasal dari area roda.

Apabila Anda mulai merasakan gejala-gejala penurunan performa kaki-kaki seperti yang telah disebutkan, segera jadwalkan kunjungan ke bengkel. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#tips perawatan mobil #rotasi ban #ban mobil #balancing #Spooring