Wireless Charging 25W Mulai Hadir, Cas Tanpa Kabel Kini Hampir Secepat Kabel?

Bagas Bimantara • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 18:30 WIB
Wireless Charging 25W
Wireless Charging 25W

Jawa Pos Radar Madiun – Teknologi wireless charging kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya pengisian daya tanpa kabel identik dengan proses lambat dan membuat ponsel cepat panas, standar terbaru Qi2 25W mulai mengubah anggapan tersebut.

Teknologi ini bahkan diklaim mampu mengisi baterai hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Qi2 25W atau yang juga dikenal sebagai Qi2.2 merupakan pengembangan terbaru dari standar wireless charging global buatan Wireless Power Consortium.

Baca Juga: Qi2 Disebut Jadi MagSafe untuk Android, Apa Bedanya dengan Wireless Charging Biasa?

Teknologi tersebut membawa peningkatan besar dibanding generasi Qi sebelumnya yang umumnya hanya stabil di angka 5W hingga 15W.

Sistem Magnetik Jadi Kunci Utama Qi2

Salah satu perubahan paling penting pada Qi2 adalah hadirnya sistem magnetik bernama Magnetic Power Profile atau MPP.

Teknologi ini membuat posisi charger dan smartphone selalu sejajar secara presisi sehingga energi tidak banyak terbuang menjadi panas.

Hasilnya, proses pengisian daya menjadi lebih cepat, stabil, dan efisien dibanding wireless charging generasi lama.

Sistem ini juga membuat pengalaman charging terasa lebih praktis karena perangkat dapat menempel otomatis menggunakan magnet.

Wireless Charging Kini Mulai Mendekati Kecepatan Kabel

Dalam pengujian sejumlah produsen aksesori dan media teknologi, charger Qi2 25W mampu membawa baterai smartphone kompatibel dari 0 hingga 50 persen dalam kisaran 30 hingga 34 menit.

Kecepatan tersebut mulai mendekati pengisian kabel standar modern yang selama ini masih dianggap lebih unggul dibanding wireless charging.

Perkembangan ini membuat banyak pengguna mulai melihat wireless charging bukan lagi sekadar fitur tambahan, tetapi solusi charging utama yang lebih praktis.

Baca Juga: Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Indonesia Satu Grup dengan Australia

Tidak Semua Perangkat Langsung Mendukung Qi2 25W

Meski terdengar menarik, performa pengisian tetap bergantung pada beberapa faktor. Pengguna wajib memakai charger Qi2 resmi, adaptor USB-C berdaya tinggi minimal 30W hingga 45W, serta perangkat yang memang sudah mendukung standar Qi2 25W.

Saat ini tren Qi2 mulai diadopsi berbagai brand besar.

Selain iPhone generasi terbaru dari Apple, sejumlah smartphone Android flagship juga mulai mendukung standar tersebut, baik melalui magnet bawaan maupun bantuan casing magnetik khusus.

Ekosistem Aksesori Magnetik Semakin Besar

Hadirnya Qi2 juga memunculkan gelombang aksesori baru di pasar gadget modern.

Kini pengguna dapat memakai powerbank magnetik, docking charger, hingga car mount wireless yang bisa langsung menempel di bodi smartphone.

Beberapa produsen aksesori bahkan mulai merilis charger Qi2 25W dengan sistem pendingin tambahan agar suhu perangkat tetap stabil saat pengisian cepat berlangsung.

Ekosistem inilah yang membuat Qi2 sering disebut sebagai versi universal dari MagSafe.

Baca Juga: Wisata Modern dan Keluarga di Jawa Tengah: Seru, Edukatif, dan Penuh Petualangan

Masih Ada Tantangan di Penggunaan Nyata

Meski terlihat menjanjikan, beberapa pengguna masih menemukan kendala saat penggunaan sehari-hari.

Forum komunitas teknologi menyebut pengisian 25W terkadang turun otomatis ke 10W atau 15W apabila posisi magnet kurang presisi, casing terlalu tebal, atau suhu perangkat meningkat terlalu tinggi.

Karena itu kualitas charger, adaptor, dan aksesori pendukung tetap sangat memengaruhi performa wireless charging terbaru ini.

Qi2 Jadi Masa Depan Wireless Charging Modern

Secara keseluruhan, kehadiran Qi2 25W dinilai menjadi langkah besar dalam evolusi wireless charging.

Jika sebelumnya cas tanpa kabel dianggap lambat dan kurang efisien, kini teknologi tersebut mulai menawarkan kecepatan yang cukup kompetitif dibanding pengisian menggunakan kabel konvensional.

Dengan sistem magnetik yang lebih pintar dan ekosistem aksesori yang terus berkembang, wireless charging diprediksi akan menjadi semakin praktis dan populer di masa depan.

Editor : Nur Wachid
wireless charging terbaru teknologi Qi2 Qi2 25W cas tanpa kabel cepat charger magnetik Android