Jawa Pos Radar Madiun – Wireless charging kini semakin banyak digunakan karena praktis dan terlihat modern. Pengguna cukup meletakkan HP di atas charging pad tanpa perlu repot mencolok kabel.
Namun di balik kemudahannya, muncul pertanyaan yang cukup sering dicari pengguna: apakah wireless charging lebih boros listrik dibanding charger kabel biasa?
Jawabannya, secara umum wireless charging memang cenderung lebih boros listrik dibanding pengisian menggunakan kabel.
Baca Juga: Wireless Charging Bikin HP Cepat Panas? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan
Wireless Charging Tidak Seefisien Kabel
Hal ini terjadi karena proses transfer energi tanpa kabel tidak seefisien charger kabel konvensional.
Pada charger kabel, aliran listrik dikirim langsung dari adaptor ke baterai smartphone melalui kabel sehingga energi yang hilang relatif kecil.
Sementara wireless charging bekerja menggunakan induksi elektromagnetik melalui koil pengirim dan penerima.
Dalam proses tersebut, sebagian energi berubah menjadi panas sehingga efisiensinya lebih rendah.
Beberapa pengujian teknologi menunjukkan efisiensi charger kabel bisa mencapai lebih dari 90 persen.
Sedangkan wireless charging rata-rata berada di kisaran 60 hingga 80 persen tergantung teknologi dan posisi perangkat.
Penyebab HP Lebih Cepat Panas Saat Wireless Charging
Itulah alasan mengapa HP biasanya terasa lebih panas saat wireless charging.
Energi yang tidak tersalurkan dengan sempurna berubah menjadi suhu panas pada charging pad maupun smartphone.
Selain itu, posisi HP yang kurang presisi di atas charging pad juga bisa membuat konsumsi listrik meningkat.
Jika koil charger dan smartphone tidak sejajar, sistem akan bekerja lebih keras agar pengisian tetap berjalan normal.
Selisih Tagihan Listrik Sebenarnya Tidak Terlalu Besar
Meski lebih boros, selisih konsumsi listrik sebenarnya tidak terlalu besar untuk penggunaan harian.
Baca Juga: Kenapa HP Android Masih Sulit Punya MagSafe Seperti iPhone?
Dalam skala rumah tangga, perbedaan biaya listrik antara wireless charging dan charger kabel umumnya hanya berkisar beberapa ribu rupiah per bulan tergantung frekuensi penggunaan.
Karena itu banyak pengguna tetap memilih wireless charging karena dianggap jauh lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Qi2 Disebut Lebih Efisien
Faktor lain yang memengaruhi konsumsi listrik adalah jenis teknologi wireless charging yang digunakan.
Standar terbaru seperti Qi2 dinilai lebih efisien dibanding wireless charging generasi lama karena sudah memakai sistem magnetik agar posisi pengisian selalu presisi.
Teknologi ini membantu mengurangi energi yang terbuang sekaligus membuat suhu perangkat lebih stabil saat charging berlangsung.
Charger Murah Bisa Membuat Daya Lebih Boros
Penggunaan charger berkualitas juga sangat berpengaruh terhadap efisiensi listrik.
Wireless charger murah tanpa sertifikasi resmi biasanya memiliki efisiensi rendah dan menghasilkan panas lebih tinggi sehingga konsumsi daya menjadi lebih boros.
Karena itu pengguna disarankan memakai charger resmi atau minimal produk yang sudah memiliki sertifikasi Qi.
Charger Kabel Masih Unggul Soal Kecepatan
Di sisi lain, charger kabel tetap unggul untuk pengguna yang mengutamakan efisiensi dan kecepatan pengisian.
Teknologi fast charging kabel modern bahkan sudah mampu mengisi baterai hingga penuh dalam waktu kurang dari satu jam dengan efisiensi daya yang lebih baik.
Namun wireless charging tetap memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan.
Baca Juga: Wireless Charging 25W Mulai Hadir, Cas Tanpa Kabel Kini Hampir Secepat Kabel?
Pengguna tidak perlu sering mencabut kabel yang berpotensi membuat port USB cepat longgar atau rusak.
Tips Agar Charging Lebih Hemat Listrik
Jika ingin lebih hemat listrik, pengguna disarankan menggunakan charger resmi, melepas HP setelah baterai penuh, dan menghindari charging semalaman baik memakai kabel maupun wireless charger.
Selain itu, hindari penggunaan charger murahan yang tidak memiliki sistem pengaturan daya dan suhu yang baik.
Pilihan Kembali ke Kebutuhan Pengguna
Pada akhirnya, pilihan antara wireless charging atau charger kabel kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna.
Jika mengutamakan kepraktisan dan tampilan modern, wireless charging menjadi pilihan menarik.
Tetapi jika fokus pada efisiensi daya dan kecepatan pengisian, charger kabel masih menjadi juaranya.
Editor : Nur Wachid