Jawa Pos Radar Madiun – Teknologi wireless charging kini sudah menjadi fitur standar di banyak smartphone premium, termasuk HP lipat atau foldable.
Namun di balik kemudahannya, sejumlah pengguna mulai mengeluhkan masalah panas berlebih atau overheat saat mengisi daya tanpa kabel di perangkat foldable terbaru.
Keluhan ini ramai muncul seiring makin populernya seri Samsung Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip, hingga beberapa HP lipat dari brand China yang sudah mendukung wireless charging cepat.
Baca Juga: Deretan HP yang Sudah Support Wireless Charging, dari iPhone hingga Android Flagship
Banyak pengguna merasa suhu perangkat meningkat cukup tinggi ketika charging berlangsung, terutama saat memakai casing tebal atau wireless charger berdaya besar.
Wireless Charging Memang Menghasilkan Panas
Masalah panas pada wireless charging sebenarnya bukan hal baru.
Teknologi ini bekerja menggunakan induksi elektromagnetik antara koil charger dan koil penerima di dalam smartphone.
Sebagian energi yang ditransfer berubah menjadi panas selama proses pengisian berlangsung.
Pada smartphone biasa kondisi ini masih relatif mudah dikendalikan, tetapi pada HP lipat tantangannya dinilai jauh lebih kompleks.
Desain Foldable Membuat Pendinginan Lebih Sulit
Desain foldable yang tipis dan memiliki ruang internal terbatas membuat sistem pembuangan panas tidak selalu optimal.
Komponen baterai ganda, engsel atau hinge, hingga posisi koil wireless charging yang lebih sempit membuat suhu perangkat lebih mudah meningkat.
Selain itu, material bodi foldable yang cenderung tipis juga membuat panas lebih cepat terasa di permukaan perangkat.
Beberapa pengguna mengaku bagian belakang HP menjadi cukup hangat bahkan panas saat digunakan sambil wireless charging, terutama ketika menjalankan aplikasi berat atau multitasking.
Baca Juga: Wireless Charging Bikin HP Cepat Panas? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan
Wireless Charging Cepat Jadi Faktor Tambahan
Wireless charging cepat dengan daya tinggi juga menjadi faktor tambahan penyebab overheat.
Kini beberapa perangkat sudah mendukung wireless charging 15W hingga 25W.
Semakin besar daya yang dialirkan, semakin tinggi pula potensi panas yang dihasilkan jika sistem pendinginan kurang optimal.
Karena itu beberapa vendor mulai membatasi performa charging saat suhu perangkat meningkat terlalu tinggi.
Posisi HP di Charging Pad Sangat Berpengaruh
Posisi perangkat di atas charging pad ternyata juga sangat berpengaruh terhadap suhu.
Jika koil pengisi daya dan koil penerima tidak sejajar sempurna, transfer energi menjadi tidak efisien dan menghasilkan panas berlebih.
Pada HP lipat, posisi koil kadang berbeda dibanding smartphone biasa sehingga pengguna perlu lebih presisi saat meletakkan perangkat.
Masalah ini cukup sering terjadi pada wireless charging generasi lama yang belum memakai sistem magnetik seperti Qi2.
Vendor Mulai Mengandalkan Thermal Management
Sebagian vendor sebenarnya sudah mencoba mengatasi masalah ini dengan fitur thermal management yang lebih agresif.
Sistem akan otomatis menurunkan kecepatan charging ketika suhu mulai meningkat demi menjaga kesehatan baterai dan komponen internal.
Meski begitu, banyak pengguna menganggap fitur tersebut membuat wireless charging terasa lebih lambat dibanding ekspektasi awal.
Baca Juga: Sempat Dirawat dan Koma, Jemaah Haji Magetan Wafat di Arab Saudi
Beberapa bahkan memilih kembali menggunakan charger kabel untuk penggunaan harian karena dinilai lebih stabil dan tidak terlalu panas.
Casing Magnetik Juga Bisa Menambah Panas
Penggunaan casing magnetik tambahan juga disebut memengaruhi suhu perangkat.
Casing yang terlalu tebal dapat menghambat transfer daya wireless charging sehingga energi lebih banyak berubah menjadi panas.
Karena itu banyak produsen menyarankan pengguna melepas casing tertentu saat memakai wireless charging cepat.
Qi2 Digadang-Gadang Jadi Solusi
Di sisi lain, standar wireless charging terbaru seperti Qi2 mulai digadang-gadang menjadi solusi.
Teknologi ini memakai sistem magnetik agar posisi charger selalu presisi sehingga transfer energi lebih efisien dan panas bisa ditekan.
Walaupun begitu, implementasi Qi2 pada Android foldable masih belum merata.
Banyak vendor masih mengandalkan casing magnetik tambahan dibanding menanamkan sistem magnet langsung ke dalam bodi perangkat seperti MagSafe pada iPhone.
Pengguna Disarankan Lebih Waspada
Untuk mengurangi risiko overheat saat wireless charging di HP lipat, pengguna disarankan memakai charger resmi bersertifikasi, melepas casing tebal saat charging, dan menghindari penggunaan berat ketika pengisian daya berlangsung.
Wireless charging memang menawarkan kenyamanan tanpa kabel, tetapi untuk perangkat foldable yang memiliki desain kompleks, optimalisasi suhu masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak produsen smartphone.
Editor : Nur Wachid