Jawa Pos Radar Madiun – Penggunaan wireless charger murah tanpa merek dan sertifikasi resmi mulai menjadi sorotan.
Meski terlihat praktis dan memiliki desain mirip produk premium, perangkat pengisian daya nirkabel dengan kualitas rendah disebut berpotensi memicu kerusakan pada smartphone jika digunakan dalam jangka panjang.
Teknologi wireless charging sendiri bekerja menggunakan induksi elektromagnetik antara koil pada charger dan koil di dalam smartphone.
Baca Juga: Wireless Charging di HP Lipat Masih Bermasalah? Pengguna Mulai Mengeluh Overheat
Proses ini memang menghasilkan panas alami, namun pada perangkat berkualitas rendah panas yang muncul biasanya jauh lebih tinggi karena sistem kontrol suhu tidak bekerja optimal.
Overheat Jadi Masalah yang Paling Sering Muncul
Teknisi servis ponsel menyebut salah satu masalah paling sering muncul adalah overheating atau suhu berlebih saat pengisian daya berlangsung. Kondisi ini dapat membuat bodi HP terasa sangat panas, terutama di area baterai dan modul charging.
Panas berlebih tersebut dinilai dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai atau battery health
Dalam jangka panjang, kapasitas baterai menjadi lebih cepat drop, pengisian melambat, hingga berisiko menyebabkan baterai kembung.
IC Power Juga Bisa Rusak
Selain baterai, komponen lain seperti IC Power pada motherboard juga disebut rentan mengalami kerusakan apabila arus listrik dari wireless charger tidak stabil.
Kerusakan pada bagian ini biasanya membutuhkan biaya servis yang cukup mahal karena berkaitan langsung dengan sistem distribusi daya pada smartphone.
Karena itu penggunaan charger berkualitas menjadi sangat penting untuk menjaga kestabilan arus listrik saat charging berlangsung.
Banyak Charger Murah Tidak Punya Sistem Proteksi
Wireless charger berkualitas rendah juga umumnya tidak memiliki fitur keamanan lengkap seperti:
Baca Juga: Deretan HP yang Sudah Support Wireless Charging, dari iPhone hingga Android Flagship
proteksi overcharge
kontrol suhu otomatis
deteksi benda asing
pemutus arus saat suhu terlalu tinggi
Padahal fitur-fitur tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas pengisian daya nirkabel.
Tanpa sistem keamanan yang baik, suhu perangkat bisa meningkat jauh lebih cepat dibanding charger resmi.
Posisi Charging yang Tidak Presisi Menambah Panas
Masalah lain yang sering terjadi adalah posisi charging yang tidak presisi.
Jika koil charger dan smartphone tidak sejajar, proses transfer daya menjadi tidak efisien sehingga energi banyak berubah menjadi panas.
Akibatnya HP terasa lebih cepat panas dibanding pengisian kabel biasa.
Baca Juga: Wireless Charging vs Charger Kabel, Mana yang Lebih Boros Listrik?
Penggunaan casing tebal atau berbahan logam juga dapat memperburuk kondisi karena menghambat transfer daya saat wireless charging aktif.
Qi2 Disebut Lebih Aman dan Efisien
Saat ini standar wireless charging modern seperti Qi2 mulai hadir dengan sistem magnetik agar posisi pengisian lebih presisi dan efisien. Teknologi tersebut diklaim mampu mengurangi panas berlebih dibanding wireless charging generasi lama.
Dengan posisi magnetik yang selalu sejajar, energi yang terbuang menjadi panas dapat ditekan lebih baik.
Pengguna Disarankan Pakai Charger Bersertifikasi
Pengguna disarankan memilih wireless charger dari merek terpercaya dan sudah memiliki sertifikasi Qi agar keamanan perangkat tetap terjaga.
Selain itu, hindari menggunakan HP untuk bermain game atau menjalankan aplikasi berat saat wireless charging berlangsung karena dapat meningkatkan suhu secara drastis.
Menempatkan charger di area dengan sirkulasi udara baik juga membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil.
Baca Juga: Wireless Charging Bikin HP Cepat Panas? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan
Wireless Charging Tetap Aman Asal Pakai Perangkat Berkualitas
Meski wireless charging menawarkan kemudahan dan tampilan yang lebih modern, penggunaan perangkat charging yang tepat tetap menjadi faktor penting agar umur baterai dan performa smartphone tetap awet dalam jangka panjang.
Editor : Nur Wachid