Jawa Pos Radar Madiun - Kebutuhan standar sebuah mobil keluarga pada era modern saat ini rupanya tidak lagi sekadar soal kapasitas muatan atau tenaga performa mesin.
Banyak konsumen di Tanah Air yang kini mulai sangat mempertimbangkan faktor kenyamanan kabin dan kepraktisan ruang penyimpanan barang bawaan.
Tuntutan kepraktisan tersebut rupanya berhasil ditangkap dan dijadikan salah satu fokus perhatian utama pada perancangan interior Mitsubishi Destinator.
SUV pendatang baru racikan Mitsubishi Motors ini hadir mengusung konsep kendaraan keluarga modern yang memadukan kenyamanan dan utilitas fungsional.
Sebagai kendaraan di segmen midsize SUV, model tangguh ini menawarkan tata letak ruang kabin tiga baris yang dirancang sangat lega.
Mobil ini tidak sekadar berfokus pada desain eksterior yang gagah, tetapi juga menghadirkan puluhan ruang penyimpanan praktis di seluruh sudut interiornya.
Baca Juga: Pergi, Lagu Anyar Car Crash Coma yang Berkisah Pria Pemendam Luka dan Masalah
Desain Cerdas di Kokpit dan Baris Tengah
Keberadaan kompartemen penyimpanan menjadi elemen penting karena penumpang sering kali membutuhkan akses cepat tanpa harus turun membuka pintu bagasi.
Mitsubishi Destinator dengan cermat mencoba menjawab kebutuhan krusial tersebut lewat penyebaran laci penyimpanan yang merata hingga ke baris paling belakang.
Pada area kokpit depan, tersedia konsol tengah yang memuat cup holder dan ruang multifungsi yang sangat mudah dijangkau oleh pengemudi.
Dinding area pintu juga telah dilengkapi ruang tambahan untuk menyematkan botol minum, gawai genggam, maupun benda-benda berukuran kecil lainnya.
Nilai kepraktisan ekstra turut ditambahkan lewat ketersediaan kompartemen laci tersembunyi yang diletakkan persis di bawah kursi penumpang depan.
Selain itu, laci dasbor utama atau glove box juga diukur cukup dalam untuk menyimpan dokumen kendaraan maupun peralatan kebersihan.
Bergeser ke area baris kedua, Mitsubishi Destinator telah menyediakan sandaran tangan atau arm rest yang terintegrasi rapi dengan wadah gelas.
Penumpang tengah ini juga dimanjakan dengan meja lipat serbaguna yang menempel presisi di balik punggung kursi baris depan.
Bahkan, pabrikan juga menambahkan kantong khusus gawai pintar di punggung jok agar perangkat elektronik lebih aman dan terhindar dari risiko terinjak.
Baca Juga: Profil Theodore Evan Leeming: Pemain Keturunan Indonesia-Australia, Pakai Nomor 10 di Piala AFF U19
Perhatian di Baris Ketiga dan Fitur Keselamatan
Sementara itu di area baris ketiga, pabrikan asal Jepang ini rupanya tetap memberikan perhatian penuh pada kenyamanan ekstra.
Tersedia laci penyimpanan perangkat pribadi dan penahan gelas yang membuat penghuni baris belakang tetap merasa dihargai saat melakoni perjalanan jauh.
Lebih dari itu, luas ruang kargo di pintu belakang juga menjadi salah satu nilai jual utama dari lini Mitsubishi Destinator ini.
Meski seluruh kursi sedang ditegakkan penuh, ruang bagasinya masih tergolong sangat memadai untuk memuat koper dan barang bawaan liburan.
Area lantai bagasi ini juga turut dilengkapi dengan sekat pembatas tambahan agar barang tetap tertata aman saat mobil bermanuver di jalanan.
Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, mengatakan bahwa pengembangan mobil ini telah banyak belajar dari model pendahulunya.
Evaluasi dari lini Xpander dan Xforce menjadi fondasi kuat dalam meracik tingkat kenyamanan kabin SUV tujuh penumpang tersebut.
"Orientasi utamanya adalah hospitality dalam cabin," ujar pereli nasional Rifat Sungkar memberikan pandangan teknisnya.
Ia menegaskan bahwa manajemen tata letak barang sengaja dibuat sangat praktis agar pengemudi dan penumpang bisa beraktivitas dengan nyaman.
Selain menawarkan kepraktisan tingkat tinggi, SUV ini juga dibekali mesin turbo 1.5 liter bertransmisi CVT yang responsif dan hemat bahan bakar.
Mitsubishi Destinator juga dibentengi teknologi Safety Sensing canggih, meliputi fitur Adaptive Cruise Control (ACC) hingga proteksi enam buah kantong udara (airbags).
Sebagai informasi, kendaraan bongsor ini telah diproduksi langsung di fasilitas pabrik Cikarang dan pertama kali diperkenalkan secara global di Indonesia pada 17 Juli 2025 lalu. (naz)
Editor : Mizan Ahsani