Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tarikan Mobil Terasa Berat di Musim Kemarau? Waspadai Dampak Buruk Oli Mesin Menguap

Yunita Tri Desianti • Rabu, 3 Juni 2026 | 15:02 WIB
Ilustrasi oli mesin mobil.
Ilustrasi oli mesin mobil.

Jawa Pos Radar Madiun - Kondisi cuaca panas ekstrem di musim kemarau rupanya tidak hanya membuat perjalanan terasa lebih melelahkan bagi tubuh pengemudi.

Suhu udara yang terus merangkak naik ternyata juga memberikan beban siksaan ekstra yang sangat berat bagi kinerja mesin kendaraan.

Perlu menjadi perhatian krusial, salah satu komponen yang paling terdampak oleh kondisi lingkungan ekstrem ini adalah oli mesin.

Banyak pemilik kendaraan yang belum menyadari bahwa cuaca panas berkepanjangan dapat mempercepat penurunan kualitas pelumas tersebut.

Bahkan, suhu tinggi yang ekstrem mampu membuat volume oli di dalam bak mesin berkurang secara drastis akibat proses penguapan.

Bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi penyusutan ini perlahan akan memicu berbagai kerusakan fatal pada jantung pacu mobil Anda.

Baca Juga: Pergi, Lagu Anyar Car Crash Coma yang Berkisah Pria Pemendam Luka dan Masalah

Sistem Pendingin Bekerja Keras dan Viskositas Menurun

Saat mobil diandalkan di tengah terik matahari dan terjebak kemacetan panjang, sistem pendingin mesin dipaksa bekerja melampaui batas wajarnya.

Kinerja komponen radiator otomatis menjadi kurang optimal karena minimnya terpaan aliran angin segar dari arah depan kendaraan.

Kondisi tersebut mengakibatkan suhu di ruang mesin melonjak tajam karena proses pelepasan hawa panas menjadi sangat terhambat.

Temperatur ekstrem inilah yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada memburuknya kualitas struktur kimia di dalam cairan oli mesin.

Padahal, oli memegang peranan yang sangat vital untuk melumasi dan mengurangi gesekan kasar antar komponen logam di ruang bakar.

Oli mesin pada dasarnya memang dirancang tahan suhu tinggi, namun paparan panas ekstrem yang terus-menerus akan membuatnya menjadi jauh lebih encer.

Ancaman Kerak Mesin akibat Oli Terbakar

Ketika tingkat kekentalan atau viskositas oli menurun tajam, kemampuannya dalam melindungi gesekan komponen mesin otomatis akan ikut merosot.

Parahnya lagi, cairan pelumas yang terlalu encer sangat rentan menyusup masuk ke ruang bakar dan ikut meledak bersama bensin.

Sisa pembakaran yang tak wajar ini berpotensi besar menimbulkan kerak atau tumpukan deposit kotoran yang menempel pada busi dan katup.

Jika dibiarkan terus menumpuk, proses pembakaran akan menjadi tidak sempurna sehingga tarikan laju mobil terasa sangat berat.

Hal tersebut otomatis membuat konsumsi bahan bakar semakin boros dan meningkatkan emisi gas buang hingga berisiko gagal uji emisi.

Risiko penguapan ini sejatinya tetap bisa terjadi meski mesin dalam kondisi sehat karena molekul hidrokarbon di dalam oli mulai kehilangan kestabilannya.

Baca Juga: Daftar Skuad Timnas Putri Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026: Katarina Stalin Comeback

Panduan Pencegahan di Musim Kemarau

Untuk mencegah kerusakan mesin yang lebih fatal, pemilik kendaraan sangat disarankan untuk merutinkan pemeriksaan volume oli melalui tongkat pengukur (dipstick).

Pastikan sisa volume pelumas tidak pernah berada di bawah batas minimum, terutama sebelum mobil diajak menempuh perjalanan darat yang jauh.

Selain itu, jadwal penggantian oli wajib dipatuhi tanpa kompromi, yakni setiap enam bulan sekali atau saat menyentuh jarak tempuh 10.000 kilometer.

Pemeriksaan kinerja sistem pendingin secara menyeluruh seperti kebersihan radiator, putaran kipas, dan takaran cairan coolant juga wajib dilakukan berkala.

Jika indikator suhu di dasbor tiba-tiba mulai menunjuk ke arah batas merah, segera tepikan kendaraan di tempat aman untuk mencegah overheat.

Pengecekan rutin di bengkel tepercaya juga akan sangat membantu dalam mendeteksi potensi kebocoran mesin sebelum masalah menjadi berlarut-larut.

Aftersales Business Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, membenarkan bahwa penguapan oli sebenarnya merupakan hal yang sangat lumrah.

Hal tersebut masih dianggap wajar asalkan persentase penyusutannya tidak melewati ambang batas toleransi pabrikan.

"Pemilik mobil perlu waspada saat cuaca panas agar oli tidak berkurang signifikan yang bisa berdampak pada kerusakan mesin," pungkasnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#tarikan mobil berat #kemarau #solusi #penyebab #oli mobil