Jawa Pos Radar Madiun - Pabrikan otomotif ternama asal Austria, KTM, kini tengah menghadapi gelombang isu miring yang cukup mengguncang reputasi perusahaannya.
Jenama besar tersebut dilaporkan tersandung skandal terkait dugaan praktik manipulasi dan penjualan sepeda motor off-road secara ilegal di pasar Eropa.
Laporan dari laman CarScoops pada Senin lalu menyebutkan bahwa temuan ini jelas menjadi pukulan telak bagi pihak perusahaan otomotif tersebut.
Pasalnya, skandal ini muncul hanya beberapa waktu setelah KTM berhasil lolos dari ancaman kebangkrutan yang menghantui mereka pada akhir tahun 2024 lalu.
Investigasi Menyamar sebagai Pembeli
Kasus pelik ini mencuat ke publik setelah tim jurnalis dari sepuluh media besar Eropa melakukan investigasi mendalam selama beberapa bulan.
Tim investigasi yang melibatkan media bergengsi seperti Spiegel dan Manager Magazin tersebut mengumpulkan bukti dengan cara menyamar sebagai calon pembeli.
Hasil penyelidikan mereka mengarah pada dugaan kuat bahwa sejumlah model andalan KTM didaftarkan sebagai kendaraan jalan raya melalui proses yang sangat kontroversial.
Salah satu unit kendaraan yang menjadi sorotan utama dalam investigasi gabungan ini adalah seri motor trail KTM 350 EXC-F.
Menurut temuan tersebut, motor yang sejatinya dirancang untuk kompetisi off-road itu pada awalnya sengaja dibatasi tenaga maksimalnya hingga sekitar 15 tenaga kuda (hp).
Langkah pemangkasan tenaga ini dilakukan secara teknis agar motor tersebut mampu memenuhi persyaratan registrasi dan lolos uji emisi standar kendaraan jalan raya.
Baca Juga: Alexandre Christie AC 8711 MDB, Jam Tangan Ultra Tipis dengan Sapphire Glass Premium Anti Gores
Modifikasi Tenaga dan Dampak Lingkungan
Namun, setelah proses administrasi surat-menyurat selesai, spesifikasi motor tersebut diduga langsung diubah kembali ke pengaturan aslinya.
Tunggangan tersebut dimanipulasi melalui perubahan perangkat lunak dan pemasangan suku cadang tertentu hingga mampu memuntahkan tenaga aslinya sebesar 51 hp.
Kasus ini pun dengan cepat berkembang luas dan tidak hanya sekadar menyoroti terkait aspek pelanggaran hukum penjualan motor ilegal semata.
Publik dan para aktivis kini juga mulai menyoroti serius dampak kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor tersebut.
Data yang dikutip dari International Council on Clean Transportation (ICCT) menyebutkan bahwa motor dalam kondisi tenaga penuh tersebut terbukti memicu polusi parah.
Tingkat kebisingan dan emisi gas buangnya terbukti jauh lebih tinggi dibandingkan saat motor tersebut masih berada dalam konfigurasi pabrik yang dibatasi.
Bantahan Resmi dari Pihak KTM
Meski laporan investigasi tersebut telah beredar luas, pihak eksekutif perusahaan tetap dengan tegas menyangkal seluruh isu miring yang sedang berkembang di daratan Eropa itu.
Manajemen KTM memastikan bahwa seluruh sepeda motor off-road yang dikirim ke jaringan diler mereka berada dalam kondisi seratus persen legal untuk mengaspal di jalan raya.
Pabrikan menegaskan bahwa segala bentuk modifikasi pelepasan batas tenaga murni hanya dilakukan atas permintaan dari pihak pelanggan.
KTM juga mengklaim bahwa pihaknya selalu mengedukasi pembeli bahwa kendaraan yang telah dimodifikasi tenaganya itu otomatis tidak lagi memenuhi syarat penggunaan di jalan umum. (naz)
Editor : Mizan Ahsani