Jawa Pos Radar Madiun - Popularitas nama besar Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport di kancah otomotif global memang sudah tidak perlu diragukan lagi.
Ketenaran tersebut rupanya sering kali membuat masyarakat awam menganggap kedua Sport Utility Vehicle (SUV) ini sebagai satu produk yang sama persis.
Padahal, kedua mobil tangguh ini merupakan produk yang benar-benar berbeda baik dari segi spesifikasi, segmentasi pasar, maupun rekam jejak sejarahnya.
Mitsubishi Pajero murni diciptakan sebagai Big SUV mahakarya legendaris yang hingga saat ini terus diproduksi oleh Mitsubishi Motors di Jepang.
Sedangkan Pajero Sport masuk ke dalam golongan Medium SUV yang proses perakitannya juga dilakukan di pabrik PT MMKI Indonesia.
Beda Kasta Namun Berbagi DNA Ketangguhan
Menurut pihak Mitsubishi Motors, kedua SUV ini sejatinya memang berbagi DNA ketangguhan yang sama dalam hal daya tahan dan performa mesin.
Awal kemunculan Pajero murni didesain sebagai mobil off-road yang digunakan untuk menaklukkan ajang balapan ketahanan ekstrem, Reli Dakar.
Mobil ini sukses menjadi legenda hidup dengan torehan 12 gelar juara yang menjadikannya sebagai pemenang terbanyak hingga saat ini.
Sementara itu, Pajero Sport hadir menyasar masyarakat perkotaan dan mencatatkan populasi lebih dari 160.000 unit di Indonesia sejak 2009.
Di beberapa negara, Pajero biasa dikenal dengan nama Montero atau Shogun, sedangkan versi sport dipasarkan sebagai Challenger atau Strada G-Wagon.
Baca Juga: Casio CPA-100-1AV, Jam Tangan Muslim dengan Alarm Waktu Salat dan Kalender Hijriah
Sejarah Empat Generasi Pajero Sang Legenda
Perjalanan panjang Mitsubishi Pajero dimulai saat meluncur pertama kali pada tahun 1982 untuk memenuhi tingginya permintaan mobil berpenggerak 4WD.
Generasi kedua lahir pada tahun 1991 dengan membawa fitur Super Select 4WD dan melahirkan varian ikonik "Pajero Evolution" pada tahun 1997.
Perubahan radikal baru terjadi pada generasi ketiga di tahun 1999 saat pabrikan mengganti sasis terpisah menjadi konstruksi bodi monokok seutuhnya.
Selanjutnya, generasi keempat muncul pada tahun 2006 dengan membawa teknologi kontrol traksi aktif dan pembaruan pelat baja demi daya tahan maksimal.
Evolusi Tiga Generasi Pajero Sport di Indonesia
Di sisi lain, perjalanan Pajero Sport berawal di Jepang pada tahun 1996 di bawah pelat nama Mitsubishi Challenger berbodi kotak.
Generasi kedua dari mobil inilah yang pertama kali mengaspal resmi di Indonesia pada tahun 2009 dengan membawa mesin tangguh 4D56.
Tunggangan generasi kedua ini juga sempat mendapatkan penyegaran berupa varian mesin bensin V6 berkapasitas 3.0 liter pada tahun 2014 silam.
Memasuki tahun 2016, generasi ketiga resmi meramaikan aspal Tanah Air dengan membawa bahasa desain Dynamic Shield yang tajam dan agresif.
Dapur pacunya kini mengandalkan mesin baru 4N15 MIVEC yang dikawinkan dengan transmisi otomatis delapan percepatan untuk kehalusan performa.
Menanti Kebangkitan Generasi 2026
Setelah lama dinanti, pihak Mitsubishi akhirnya secara resmi mengonfirmasi kebangkitan kembali model Pajero 2026 lewat sebuah perilisan siluet teaser.
Model terbaru yang dijadwalkan mengaspal pada musim gugur 2026 ini dipastikan akan kembali menggunakan sasis rangka tangga milik pikap Triton.
Hal ini secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa mobil berlampu depan LED memanjang tersebut akan hadir sebagai penerus takhta Pajero Sport.
Meski berbagi sasis dengan kendaraan niaga, perusahaan berjanji akan merancang arsitektur kabin dan suspensi khusus demi kenyamanan mutlak.
Generasi terbaru ini diyakini akan kembali menawarkan kemampuan off-road beringas khas pendahulunya tanpa harus mengorbankan kehalusan berkendara di aspal raya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani