Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengenal Financial Infidelity: Ketika Ketidakjujuran Keuangan Merusak Hubungan

Mizan Ahsani • Rabu, 3 Juni 2026 | 14:22 WIB
Finansial
ilustrasi Finansial

Jawa Pos Radar Madiun - Ketika berbicara tentang perselingkuhan dalam sebuah hubungan, hal pertama yang terlintas di pikiran biasanya adalah kehadiran orang ketiga secara emosional atau fisik. Namun, ada satu bentuk pengkhianatan lain yang tidak kalah destruktif tetapi sering kali luput dari perhatian, yaitu financial infidelity atau selingkuh finansial. Fenomena ini terjadi ketika salah satu pihak dalam hubungan berkomitmen sengaja menyembunyikan informasi penting terkait keuangan dari pasangannya.

Baca Juga: Cara Jitu Anak Kos Bertahan di Akhir Bulan Tanpa Harus Makan Mi Instan

Bentuk financial infidelity sangat beragam, mulai dari hal yang dianggap sepele hingga tindakan berskala besar. Membeli barang-barang hobi secara sembunyi-sembunyi, menyembunyikan tagihan belanja, memiliki rekening rahasia, hingga menutupi tumpukan utang pribadi adalah beberapa contoh nyata.

Banyak orang berdalih bahwa mereka menggunakan uang hasil jerih payah sendiri, sehingga merasa tidak perlu melaporkannya. Padahal, dalam hubungan jangka panjang atau pernikahan, keputusan finansial sepihak dapat mengganggu stabilitas ekonomi bersama.

Pemicu utama dari fenomena ini biasanya berakar dari perbedaan pola pikir (money personality) antar pasangan. Seseorang yang bertipe konsumtif cenderung merasa terhakimi atau takut memicu pertengkaran jika ketahuan berbelanja oleh pasangannya yang bertipe hemat.

Baca Juga: Profil Theodore Evan Leeming: Pemain Keturunan Indonesia-Australia, Pakai Nomor 10 di Piala AFF U19

Selain itu, rasa trauma masa lalu atau keinginan untuk mempertahankan kendali penuh atas kehidupan pribadi juga sering kali membuat seseorang memilih untuk tidak transparan.

Dampak dari selingkuh finansial ini nyatanya bisa jauh lebih menyakitkan daripada sekadar kerugian materi. Ketika rahasia tersebut akhirnya terbongkar, fondasi utama hubungan yaitu rasa percaya (trust) akan langsung retak.

 Pasangan yang dikhianati tidak hanya merasa kecolongan secara finansial, tetapi juga merasa dibohongi secara emosional. Tidak sedikit kasus keretakan rumah tangga hingga perceraian yang justru berawal dari akumulasi ketidakjujuran soal uang ini.

Untuk mengatasinya, transparansi radikal adalah harga mati. Pasangan harus mulai membangun komunikasi yang sehat tanpa tabu mengenai kondisi keuangan masing-masing.

 Membuat anggaran bersama, menyepakati batas maksimal pengeluaran mandiri yang boleh dilakukan tanpa izin, serta menjadwalkan "evaluasi dompet" secara berkala bisa menjadi solusi konkret.

Baca Juga: Selter UMKM Pantai Pancer Door Mangkrak, Pemkab Pacitan Cari Konsep Baru

 Menghadapi masalah keuangan bersama-sama jauh lebih menyelamatkan hubungan daripada menyembunyikan bom waktu yang siap meledak kapan saja.

(*) *Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#financial infidelity #hubungan rumah tangga #relationship #tumah tangtga #fenomena