Jawa Pos Radar Madiun - Implementasi bahan bakar biodiesel B50 kini mulai menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri di Tanah Air.
Campuran bahan bakar yang memiliki kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) lebih tinggi ini dinilai menghadirkan berbagai tantangan baru.
Risiko yang kerap menghantui operasional alat berat dan mesin diesel harian meliputi terbentuknya endapan hingga filter yang lebih cepat tersumbat.
"Bpfilters hadir berinovasi untuk mengantisipasi potensi keluhan yang mungkin muncul," ujar Direktur Utama Bpfilters, Bonny Pratama.
Keluhan tersebut biasanya berupa filter bahan bakar yang sangat cepat buntu hingga berujung pada penurunan drastis produktivitas alat berat di lapangan.
Menjawab tantangan tersebut, produsen komponen lokal ini bersiap meluncurkan lini produk filter solar terbaru yang dirancang sangat khusus.
Produk inovatif yang dipersiapkan khusus untuk penggunaan biodiesel B50 ini dijadwalkan akan diperkenalkan secara resmi di Bogor pada Juni 2026.
Penerapan B50 sejatinya memang membawa karakteristik yang jauh berbeda dan lebih menantang dibandingkan dengan generasi B40 sebelumnya.
Kandungan FAME sebesar 50 persen memiliki sifat higroskopis atau sangat mudah menyerap air sehingga lebih cepat mengalami proses oksidasi.
Baca Juga: Mobil Listrik Jangan Terlalu Sering Pakai Fitur Fast Charging, Awas Kesehatan Baterai Terancam
Sifat kimiawi tersebut dapat memicu pertumbuhan mikroba berbahaya di dalam tangki yang berpotensi merusak sistem injeksi bahan bakar.
Kondisi ini jelas dapat menurunkan performa injektor dan mengganggu jadwal operasional sektor pertambangan, perkebunan, maupun konstruksi.
Untuk mengatasi persoalan teknis tersebut, pihak Bpfilters mengklaim telah menerapkan tiga pendekatan utama pada rancangan filtrasi mereka.
Pendekatan inovatif itu meliputi peningkatan area filtrasi, pemisahan air bertingkat, serta penggunaan media filtrasi dengan tingkat mikron yang jauh lebih presisi.
Perpaduan teknologi canggih tersebut diklaim mampu memperpanjang usia pakai komponen filter dan menjaga performa mesin tetap stabil setiap saat.
Selain itu, inovasi ini juga akan membantu efisiensi konsumsi bahan bakar melalui proses pembakaran internal yang diklaim menjadi jauh lebih bersih.
"Pengguna biosolar B50 tidak perlu lagi khawatir akan gangguan produktivitas atau performa mesin mereka," lanjut Bonny meyakinkan para konsumennya.
Berdasarkan data internal pada pengguna B40, filter canggih ini telah terbukti memberikan hasil yang sangat signifikan dibanding versi konvensional.
Pada armada truk dan bus, usia pakai filter yang sebelumnya sering buntu di jarak tempuh 5.000 kilometer kini diklaim mampu menembus 20.000 kilometer.
Sementara pada sektor alat berat, ketahanan komponen yang sebelumnya hanya berkisar 250 jam kini melonjak tajam hingga mencapai 1.000 jam operasional.
Sebagai catatan tambahan, Bpfilters sendiri telah secara konsisten mengembangkan sistem filtrasi biodiesel modern sejak era B20 pada tahun 2018 silam. b
Editor : Mizan Ahsani