Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengenal JOMO: Seni Menikmati Kesendirian demi Kedamaian Pikiran di Era Digital

Mizan Ahsani • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:36 WIB
ilustrasi orang bersantai ( www.msn.com)
ilustrasi orang bersantai ( www.msn.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Memasuki pertengahan tahun 2026, tren gaya hidup sehat diwarnai oleh pergeseran perilaku masyarakat digital. Jika sebelumnya banyak yang terjebak dalam arus Fear of Missing Out (FOMO), kini angka pencarian terkait tips deaktivasi media sosial dan me-time berkualitas tanpa gawai justru meroket tajam. Di sinilah konsep Joy of Missing Out (JOMO) hadir sebagai antitesis yang menyegarkan.

JOMO adalah seni merayakan kebebasan dari kewajiban untuk selalu up-to-date terhadap segala hal yang sedang viral. Di tengah pusaran informasi yang tak ada hentinya, memilih untuk "tidak tahu" kini bukan lagi sebuah ketertinggalan, melainkan strategi pertahanan diri untuk menyelamatkan kedamaian pikiran.

Baca Juga: Soft Saving vs Frugal Living: Gaya Finansial Mana yang Paling Cocok untuk Mahasiswa?

Bagi Anda yang ingin mulai merayakan ketenangan hidup dan mundur sejenak dari keriuhan dunia maya, berikut adalah panduan mempraktikkan JOMO yang bisa diterapkan:

1. Terapkan Diet Digital secara Bertahap Langkah pertama untuk berdamai dengan ketidaktahuan adalah membatasi notifikasi. Anda tidak perlu langsung menghapus seluruh akun media sosial. Cukup matikan notifikasi yang tidak esensial dan tetapkan jadwal harian singkat untuk mengecek ponsel. Biarkan tren-tren viral lewat tanpa harus Anda bedah setiap detiknya.

2. Eksplorasi 'Me-Time' Berkualitas Tanpa Layar Gantikan kebiasaan scrolling tanpa arah dengan aktivitas analog yang benar-benar membumi. Waktu luang bisa diisi dengan hal-hal yang menyita fokus fisik dan indera, seperti membaca buku, memasak, merapikan kamar, atau sekadar duduk diam menikmati kopi di teras. Aktivitas tanpa gawai ini terbukti secara ilmiah mampu menurunkan hormon stres.

3. Putus Siklus Validasi Publik Media sosial sering kali memaksa kita untuk membandingkan kehidupan personal dengan highlight kehidupan orang lain. Dengan JOMO, Anda belajar menikmati momen saat ini secara utuh tanpa merasa perlu memotret dan mengunggahnya. Kebahagiaan sejati divalidasi oleh diri sendiri, bukan dari jumlah likes atau komentar.

Baca Juga: Minuman Sehat Ekonomis: Tips Mengolah Air Rebusan Jagung untuk Gaya Hidup Sehat

Memeluk gaya hidup JOMO berarti menyadari bahwa dunia tidak akan runtuh jika kita melewatkan satu atau dua gosip terbaru. Keputusan untuk menarik diri dan menikmati kesendirian justru merupakan kemewahan tertinggi yang menjamin kejernihan serta ketenangan mental di era modern.(*)

*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#joy missing out #gaya hidup #jomo