Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Menolak Terluka: Trauma Pola Asuh dan Kesalahan Masa Lalu Bikin Gen Z Takut Menikah

Mizan Ahsani • Senin, 8 Juni 2026 | 00:16 WIB
Fenomena Gen Z Takut Nikah, Trauma Masa Lalu?
Fenomena Gen Z Takut Nikah, Trauma Masa Lalu?

Jawa Pos Radar Madiun - Pernikahan di Indonesia makin sepi peminat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka yang mengejutkan. Pada tahun 2014, ada sekitar 2,1 juta pernikahan.

Sepuluh tahun kemudian, di 2024, angkanya anjlok menjadi hanya 1,4 juta.

Mengapa anak muda sekarang enggan menikah? Tren di media sosial menyebutnya Marriage is Scary (pernikahan itu menakutkan).

Ketakutan ini bukan muncul tanpa alasan. Gen Z menyimpan trauma mendalam saat melihat realita hidup generasi sebelumnya.

Baca Juga: Fenomena Quiet Quitting di Tahun 2026: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Batasan Tegas di Tempat Kerja?

Trauma Pola Asuh dan Luka Masa Kecil
Banyak anak muda Gen Z tumbuh dengan melihat orang tua atau kakak Milenial mereka terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia.

Mereka sering menjadi saksi mata pertengkaran, perselingkuhan, hingga perceraian. Pengalaman buruk ini membekas menjadi luka batin yang nyata.

Banyak orang di generasi sebelumnya menikah hanya untuk memenuhi tuntutan sosial. Mereka menikah saat belum siap mental.

Akibatnya, pola asuh menjadi berantakan dan anak-anak yang menjadi korban. Gen Z sangat menyadari hal ini.

Mereka tidak ingin mewariskan luka pengasuhan (toxic parenting) kepada anak-anak mereka kelak.

Baca Juga: Micro-Wedding Gen Z Jatim: Mendobrak Tradisi Pesta Mewah dan Gengsi Orang Tua

Membayar Kesalahan Finansial Masa Lalu
Selain trauma mental, ada tekanan ekonomi yang sangat berat. Banyak Gen Z kini terjebak menjadi sandwich generation.

Mereka terpaksa banting tulang untuk menopang ekonomi orang tua atau adik-adiknya.

Kondisi ini sering kali terjadi karena generasi sebelumnya kurang siap merencanakan masa tua.

Gen Z harus memikul beban dari kesalahan finansial masa lalu tersebut.

Menambah beban baru dengan memaksakan diri untuk menikah justru dianggap akan menghancurkan hidup mereka.

Baca Juga: Adik Menikah Lebih Dulu dari Kakak, Benarkah Bawa Sial? Ini Mitos dan Tradisi “Langkahan”

Menghindari Komitmen demi Melindungi Diri
Melihat banyaknya rasa sakit dari pernikahan generasi sebelumnya, banyak anak muda yang akhirnya membangun tembok pertahanan emosional yang tebal.

Mereka cenderung menghindari komitmen jangka panjang dan memilih relasi yang tidak mengikat.

Ada rasa takut yang besar untuk terikat karena tidak ingin melukai atau dilukai.

Mereka lebih memilih hidup melajang, menyembuhkan diri sendiri (healing), dan fokus mengejar karir.

Bagi Gen Z, pernikahan bukan lagi kewajiban yang harus diburu. Mereka memilih menunda menikah untuk memutus rantai trauma keluarga.

Tujuannya satu: memastikan kesalahan di masa lalu tidak terulang kembali. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#Marriage is Scary #takut menikah #Gen Z #milenial #trauma