Jawa Pos Radar Madiun - Jam tangan mana yang paling mampu mencuri perhatian Anda di antara deretan kronograf berbentuk kotak ini?
Inspirasi utama konsep Shikakuro berasal dari kronograf berbentuk persegi yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1971. Ada dua alasan mengapa model tersebut dipilih untuk "dihidupkan kembali".
Pertama, desainnya sangat ikonik dan menjadi salah satu model favorit sang desainer.
Kedua, semangat ekspresi diri dan keberagaman yang identik dengan budaya hippie tahun 1970-an dinilai masih relevan hingga saat ini.
Dengan mempertahankan identitas kuat berupa bentuk kotak yang khas, konsep ini menghadirkan berbagai variasi material, warna, serta desain casing dan strap yang berbeda. Tujuannya sederhana: memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk menemukan kombinasi favorit yang paling mencerminkan kepribadiannya.
Menafsirkan Ulang Kebebasan Berekspresi
Jika semangat era 1970-an diterjemahkan ke dalam konteks masa kini, maka salah satu bentuknya adalah kebahagiaan saat menemukan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan selera pribadi.
Pemikiran tersebut menjadi dasar lahirnya Shikakuro. Beragam pilihan warna, material, dan konfigurasi desain dihadirkan agar setiap pengguna dapat menemukan jam tangan yang terasa paling personal bagi dirinya.
Baca Juga: Menarik Perhatian! Begini Penampakannya Jika Jam Tangan Seiko 05LC Dilahirkan Kembali di Era Modern
Fokus pada Kenyamanan dan Keterbacaan
Selain tampilan visual, aspek kenyamanan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan konsep ini.
Desainer secara khusus memperhatikan ukuran casing agar tetap ringkas dan nyaman digunakan sehari-hari. Keterbacaan dial juga menjadi prioritas sehingga fungsi kronograf dapat ditampilkan secara jelas dan efektif.
Menariknya, model asli yang menjadi inspirasi sebenarnya memiliki jendela kalender di posisi pukul 3. Namun pada konsep ini, fitur tersebut sengaja dihilangkan melalui modifikasi movement agar fokus visual sepenuhnya tertuju pada fungsi kronograf.
Kombinasi Warna Modern yang Berani
Salah satu elemen yang membedakan Shikakuro dari model aslinya adalah penggunaan warna anodized yang berani dan modern.
Perpaduan warna cerah tersebut dengan casing berwarna hitam menciptakan kontras visual yang kuat, memberikan karakter yang lebih kontemporer tanpa menghilangkan DNA desain klasiknya.
Dial juga dirancang dengan pendekatan minimalis agar fungsi kronograf tetap menjadi pusat perhatian. Kombinasi warna yang efektif membuat informasi mudah dibaca sekaligus memperkuat identitas visual jam tangan.
Baca Juga: Decathlon W200 S, Jam Tangan Sporty Rp199 Ribuan untuk Aktivitas Harian dan Olahraga Ringan
Dirancang Menjadi Favorit Pribadi
Casing dan strap dirancang agar mudah dilepas dan dipasang, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna untuk bereksperimen dengan berbagai kombinasi gaya.
Di balik konsep tersebut tersimpan sebuah pesan sederhana: setiap orang berhak menemukan sesuatu yang benar-benar disukai dan mencerminkan dirinya sendiri.
Perasaan antusias saat menemukan barang favorit merupakan pengalaman yang tidak pernah lekang oleh waktu. Melalui bentuk casing yang membulat, desain dial yang khas, serta pilihan warna dan material yang beragam, Shikakuro diharapkan mampu menyentuh selera dan emosi para pencinta jam tangan modern. (fin)
Editor : AA Arsyadani