Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Waspada Mesin Jebol, Cuaca Panas Bisa Membuat Oli Mobil Cepat Menguap dan Encer

Yunita Tri Desianti • Senin, 8 Juni 2026 | 16:03 WIB
Ilustrasi mengecek pompa oli mobil.
Ilustrasi mengecek pompa oli mobil.

Jawa Pos Radar Madiun - Cuaca panas ekstrem pada musim kemarau tidak hanya membuat perjalanan terasa lebih melelahkan bagi para pengendara di jalan.

Kondisi suhu udara yang terik tersebut nyatanya juga memberikan beban kerja yang sangat berat pada komponen mesin mobil.

Salah satu komponen krusial yang paling rentan terdampak oleh sengatan cuaca panas berkepanjangan adalah pelumas atau oli mesin.

Tidak sedikit pemilik kendaraan yang belum menyadari bahwa cuaca panas dapat mempercepat penurunan kualitas oli mesin mobil mereka.

Suhu tinggi di jalanan bahkan bisa membuat volume oli mesin berkurang secara drastis akibat terjadinya proses penguapan.

Saat mobil digunakan di tengah cuaca terik dan kemacetan, sistem pendingin mesin dipaksa bekerja jauh lebih keras dari biasanya.

Radiator yang seharusnya mendapat asupan aliran udara dari arah depan menjadi kurang optimal saat kendaraan sering berhenti.

Kondisi tersebut membuat proses pelepasan panas menjadi tidak maksimal sehingga temperatur ruang mesin melonjak tajam.

Jika terus dibiarkan bekerja dalam temperatur ekstrem, struktur pelumas dapat mengalami penurunan kualitas dan menjadi lebih encer.

Baca Juga: Toyota Alphard 2026 Dapat Penyegaran, Varian PHEV Turun Harga Jadi Rp 500 Jutaan

Menurunnya tingkat viskositas ini membuat kemampuan oli dalam melindungi komponen gesekan di dalam mesin menjadi ikut berkurang.

Dalam kondisi terburuk, oli yang terlalu encer tersebut dapat merembes masuk dan ikut terbakar di dalam ruang bakar mesin.

Sisa oli yang ikut terbakar itu berpotensi besar menimbulkan kerak kotoran pada komponen penting seperti busi dan katup.

Efek domino dari masalah ini adalah menurunnya performa mesin, tarikan mobil terasa berat, dan konsumsi bensin menjadi lebih boros.

Bahkan, emisi gas buang juga akan meningkat drastis sehingga kendaraan berisiko besar tidak akan lolos saat melakukan uji emisi.

Aftersales Business Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, membenarkan adanya potensi penyusutan volume pelumas tersebut.

Menurutnya, penguapan oli sebenarnya masih tergolong wajar selama volumenya tidak berada di bawah batas minimum pemakaian.

"Oli mesin pasti menguap dalam batas wajar karena pemakaian. Pemilik mobil perlu waspada saat cuaca panas agar oli tidak berkurang signifikan yang bisa berdampak pada kerusakan mesin," ujarnya.

Untuk mencegah kerusakan mesin saat cuaca panas, pemilik diimbau untuk lebih rutin mengecek volume oli melalui tongkat dipstick.

Penggantian oli secara berkala setiap 6 bulan atau 10.000 kilometer juga wajib dilakukan meskipun mobil jarang digunakan.

Selain itu, pastikan komponen radiator, kipas pendingin, dan cairan coolant bekerja optimal agar suhu mesin tetap stabil.

Jika indikator suhu di dasbor mulai naik berlebihan, segera hentikan kendaraan di tempat aman untuk menghindari overheat dan kerusakan fatal. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#tips perawatan mobil #kemarau #cuaca panas #oli mobil #oli mesin