Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Anomali Budaya Ngopi: Di Barat untuk "Bekerja", di Indonesia Justru untuk Begadang!

Mizan Ahsani • Senin, 8 Juni 2026 | 14:12 WIB
Ngopi Sehat Makin Mudah. (Ilustrasi Clean Eating Kitchen)
Ngopi Sehat Makin Mudah. (Ilustrasi Clean Eating Kitchen)

Jawa Pos Radar Madiun - Di berbagai negara Barat seperti Eropa, Amerika, hingga Australia, kopi adalah "bahan bakar" wajib untuk memulai hari.

Kopi dikonsumsi pada jam-jam produktif di pagi dan siang hari untuk memacu konsentrasi.

Menjelang malam, kebiasaan minum kopi dihentikan dan beralih ke minuman beralkohol sebagai sarana bersantai.

Namun, jika melihat pemandangan di Indonesia, fenomenanya justru berbanding terbalik.

Kedai kopi dan kafe kekinian baru mulai ramai dipenuhi pengunjung saat matahari terbenam hingga larut malam. Mengapa anomali budaya ini bisa terjadi?

Baca Juga: Awas Kulit Kusam dan Keriput! Ini Bahaya Efek Diuretik Kopi bagi Tubuh

Merayakan Malam Tanpa Alkohol

Ada beberapa alasan sosiologis yang membentuk kebiasaan unik ini. Pertama, ngopi di malam hari adalah cara masyarakat kita merayakan hari yang panjang.

Dengan jam kerja yang umumnya padat dari pagi hingga sore, waktu luang untuk bersosialisasi (nongkrong) dan melepas penat baru tersedia di malam hari.

Kedua, faktor demografi dan gaya hidup. Berbeda dengan budaya Barat yang menggunakan alkohol sebagai sarana pergaulan malam, mayoritas masyarakat Indonesia tidak mengonsumsi alkohol.

Kopi pun secara alami mengambil alih peran tersebut sebagai minuman sosial pendamping obrolan malam.

Ketiga, banyak penikmat kopi di Indonesia yang merasa tubuhnya sudah memiliki "imunitas" terhadap efek kafein.

Mereka merasa sudah terbiasa, sehingga menenggak segelas kopi hitam di malam hari dianggap tidak akan mengganggu kualitas tidur.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bikin Melek, Ini Sederet Manfaat Ajaib Kopi untuk Perawatan Kulit Wajah

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

Jika ngopi malam bertujuan murni untuk kesenangan atau bersosialisasi, hal itu sah-sah saja.

Namun, jika tujuan utama Anda minum kopi adalah untuk mendongkrak energi dan fokus untuk produktivitas, Anda harus menyelaraskannya dengan ritme sirkadian tubuh (jam biologis).

Meminum kopi tepat setelah bangun tidur di pagi hari ternyata adalah langkah yang kurang efektif.

Pada pukul 06.00 hingga 09.00 pagi, tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi.

Hormon inilah yang membuat kita merasa segar dan waspada. Memasukkan kafein di jam ini menjadi sia-sia karena tubuh sedang tidak membutuhkannya.

Agar efek kafein benar-benar maksimal tanpa merusak kesehatan, ikuti anjuran waktu berikut ini.

Pagi Menjelang Siang (09.30 – 11.30)
Pada rentang waktu ini, kadar hormon kortisol mulai menurun. Secangkir kopi akan memberikan suntikan energi ekstra yang sangat Anda butuhkan untuk menjaga fokus hingga jam istirahat tiba.

Sore Hari (13.30 – 17.00)
Jika mata mulai mengantuk setelah makan siang padahal tumpukan tugas masih banyak, ini adalah waktu paling ideal untuk meminum kopi cangkir kedua Anda.

Hindari Setelah Pukul 17.00
Sangat disarankan untuk menghentikan konsumsi kopi setelah jam 5 sore. Kafein yang tersisa di dalam darah dapat bertahan berjam-jam, mengacaukan siklus sirkadian, dan membuat Anda terkena insomnia parah.

Baca Juga: Tugas Kelar tapi Mata Susah Merem? Ini Cara Cepat Netralisir Efek Kopi Usai Begadang

Tentu saja, aturan ini bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Bagi Anda yang memiliki riwayat asam lambung atau darah tinggi, batasi porsinya agar kesehatan tetap terjaga.

Mari menikmati kopi secara bijak, bukan hanya untuk mengikuti tren sosial semata! (*) 

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#kopi #minum kopi #fenomena unik #produktivitas