Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Terjebak Gaya Hidup Konsumtif? Ini Panduan Frugal Living agar Gaji Tak Cuma Numpang Lewat

Mizan Ahsani • Selasa, 9 Juni 2026 | 11:29 WIB
Frugal living. (ILUSTRASI)
Frugal living. (ILUSTRASI)

Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah gempuran tren media sosial dan kemudahan akses pinjaman online (pinjol) serta paylater, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam gaya hidup konsumtif.

Khususnya bagi generasi Milenial dan Gen Z, gaji bulanan sering kali hanya "numpang lewat" untuk membayar tagihan gaya hidup.

Sebagai penawarnya, gaya hidup frugal living kini semakin populer dan diadopsi oleh masyarakat modern.

Bagi Anda yang ingin mulai menata ulang keuangan agar lebih sehat, terarah, dan bebas stres, konsep ini adalah kunci utamanya.

Baca Juga: Soft Saving vs Frugal Living: Gaya Finansial Mana yang Paling Cocok untuk Mahasiswa?

Apa Itu Frugal Living?

Frugal living adalah gaya hidup yang berfokus pada pengelolaan keuangan secara bijak dan cermat.

Inti dari gaya hidup ini adalah memprioritaskan pengeluaran hanya untuk kebutuhan utama dan secara sadar memangkas pemborosan.

Gaya hidup ini bukan berarti Anda harus hidup menderita dalam keterbatasan.

Sayangnya, banyak orang yang salah kaprah dan menyamakan frugal living dengan sifat pelit. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang sangat kontras.

Aspek Pembeda Frugal Living (Bijak & Hemat) Pelit (Kikir)
Pola Pikir (Mindset) Mengutamakan kualitas dan nilai guna (value for money). Menolak mengeluarkan uang sama sekali, meski untuk hal yang penting.
Prioritas Pengeluaran Tetap memenuhi kebutuhan dasar dan esensial dengan sangat layak. Rela mengabaikan kebutuhan dasar hingga menyiksa diri demi menyimpan uang.
Kehidupan Sosial Tetap memiliki alokasi dana untuk berbagi, bersedekah, atau membantu orang lain. Sangat tertutup, enggan berbagi, dan cenderung merugikan orang lain demi keuntungan sendiri.

Manfaat Frugal Living bagi Kesejahteraan

Menerapkan frugal living bukan sekadar agar saldo rekening Anda terus bertambah, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesejahteraan hidup secara menyeluruh.

Menjaga Stabilitas Finansial
Membantu Anda mengontrol arus kas secara ketat sehingga terhindar dari risiko utang konsumtif dan krisis "tanggal tua".

Mempercepat Tujuan Keuangan
Dengan dana yang tersisa setiap bulannya, Anda bisa lebih cepat mengumpulkan dana darurat, menabung untuk membeli rumah, atau menyiapkan dana pensiun.

Mengurangi Stres dan Gangguan Mental
Keuangan yang tertata membuat pikiran jauh lebih tenang. Anda tidak perlu lagi susah tidur karena cemas memikirkan tagihan atau cicilan yang menumpuk.

Mendukung Kelestarian Lingkungan
Mengurangi belanja barang-barang yang tidak perlu (seperti fast fashion) berarti Anda turut serta menekan produksi limbah dan jejak karbon di bumi.

Baca Juga: Bukan Pelit, Ini Cara Menerapkan Frugal Living untuk Siasati Kenaikan Biaya Hidup

Langkah Praktis Memulai Frugal Living

Mengubah kebiasaan konsumtif menjadi frugal tidak bisa dilakukan dalam semalam.

Anda bisa memulainya secara perlahan melalui langkah-langkah realistis berikut ini.

1. Buat Anggaran Bulanan Secara Disiplin

Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran Anda sekecil apa pun itu.

Dengan melihat rekam jejak ini, Anda bisa mengidentifikasi "kebocoran" dana pada pos-pos pengeluaran yang sebenarnya tidak penting.

2. Tegas Membedakan Kebutuhan vs Keinginan

Makan makanan bergizi adalah kebutuhan, tetapi nongkrong di kafe mahal setiap hari adalah keinginan.

Buatlah keputusan belanja yang rasional dengan selalu mendahulukan kebutuhan esensial.

3. Terapkan Aturan Satu Minggu (One Week Rule)

Saat Anda tiba-tiba tergiur membeli barang nonesensial (misalnya sepatu keluaran terbaru atau gadget), tahan diri Anda selama satu minggu.

Jika setelah tujuh hari Anda merasa sudah tidak terlalu menginginkannya, berarti itu hanyalah hasrat impulsif semata.

4. Cari Alternatif yang Lebih Murah

Pangkas biaya langganan aplikasi streaming yang jarang Anda tonton, manfaatkan promo diskon secara bijak, beli barang bekas layak pakai (pre-loved) berkualitas, atau mulailah menggunakan transportasi umum.

5. Komitmen Menabung dari Nominal Kecil

Jangan menunggu gaji Anda besar untuk mulai menabung. Sisihkan uang di awal gajian, sekecil apa pun nominalnya.

Membangun disiplin dan kebiasaan finansial jangka panjang jauh lebih penting daripada sekadar besaran angkanya.

Baca Juga: Frugal Living: Gaya Hidup "Bijak Cuan" yang Lagi Hits di Kalangan Gen Z, Bukan Sekadar Pelit!

Mengubah gaya hidup membutuhkan waktu dan komitmen yang kuat. Mulailah dari langkah terkecil hari ini, dan nikmati hidup yang jauh lebih tenang tanpa dikejar-kejar tagihan di masa depan. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#Hidup Konsumtif #gaya finansial #pinjol #Frugal Living #kelola keuangan