Jawa Pos Radar Madiun - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif tren penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi penguatan mata uang domestik ini dinilai menjadi angin segar yang mampu memberikan dampak positif berlapis bagi keseluruhan industri otomotif nasional.
Ketua Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, menyebutkan bahwa tren positif ini sangat membantu para produsen dalam menjaga stabilitas harga kendaraan di pasar domestik.
Baca Juga: Bea Cukai Madiun Musnahkan 4,63 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp 4,27 Miliar
Cegah Penyesuaian Harga dan PHK
Menurut Jongkie, penguatan rupiah membuat para pelaku industri otomotif terhindar dari kewajiban untuk melakukan penyesuaian harga jual kendaraan kepada konsumen.
"Kami sangat senang akan penguatan rupiah, karena banyak dampak positifnya terhadap produk-produk otomotif, produsen tidak perlu menyesuaikan harga," jelas Jongkie saat dihubungi pada hari Rabu (17/6).
Stabilitas harga jual tersebut diyakini akan secara otomatis menjaga daya beli masyarakat sehingga berpotensi kuat mendorong peningkatan volume penjualan.
Peningkatan angka penjualan tersebut pada akhirnya akan memicu pertumbuhan kapasitas produksi di pabrik-pabrik manufaktur secara signifikan.
Kondisi ekosistem bisnis yang kembali bergairah ini juga diharapkan mampu menjamin keberlangsungan roda ekonomi pekerja sekaligus mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Pastinya ini adalah angin segar, mudah-mudahan angka penjualan bisa meningkat, produksi bertambah, tidak perlu ada PHK, dan lain-lain," tambahnya.
Baca Juga: Sekda Kabupaten Madiun Gagas Literasi Sejarah, Ingin Generasi Muda Kenal Warisan Daerah
Optimistis Capai Target 2026
Di tengah sentimen positif pergerakan nilai tukar mata uang ini, Gaikindo menyatakan masih terus mempertahankan target penjualan mobil baru secara nasional.
Jongkie menegaskan bahwa target capaian penjualan mobil di Indonesia sepanjang tahun 2026 ini masih dipatok kokoh pada angka 850.000 unit.
Pihaknya menaruh harapan besar agar momentum menguatnya rupiah dapat menjadi faktor pendukung utama demi tercapainya target penjualan nasional tersebut.
Sebagai catatan, nilai tukar rupiah pada Senin (15/6) terpantau bergerak menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar AS jika dibandingkan penutupan sebelumnya.
Mata uang kebanggaan Tanah Air tersebut bahkan sempat mengalami pelemahan hingga menembus kisaran Rp18.000 lebih per dolar AS pada beberapa waktu lalu.
Tren pemulihan tersebut terus berlanjut hingga Rabu (17/6) sore, di mana nilai tukar rupiah berhasil bertengger semakin kuat di posisi Rp17.758 per dolar AS. (naz)
Editor : Mizan Ahsani