Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dari AI hingga Pemain Baru yang Mengejutkan. Ini 5 Tren Smartwatch yang Mendominasi 2026

Tim Magang Radar Madiun • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:12 WIB
smartwatch 2026
smartwatch 2026

Jawa Pos Radar Madiun - Pasar smartwatch di 2026 tidak bisa lagi disederhanakan menjadi persaingan antara Apple dan Samsung.

Lebih dari sebelumnya, industri ini sedang mengalami pergeseran besar, baik dari sisi teknologi, pemain yang terlibat, maupun cara konsumen memandang fungsi jam tangan pintar.

Berikut adalah lima tren paling signifikan yang membentuk lanskap smartwatch di tahun ini.

1. Smartwatch Berubah Menjadi Alat Kesehatan Personal

Ini adalah pergeseran paling fundamental yang terjadi di 2026.

Baca Juga: Bukan untuk Semua Orang, Apple Watch Ultra 3 Dirancang Khusus untuk Mereka yang Hidup di Luar Batas

Smartwatch tidak lagi dipandang sebagai perangkat pelengkap smartphone.

Ia kini berfungsi sebagai asisten kesehatan personal yang terus bekerja 24 jam, memantau detak jantung, kualitas tidur, saturasi oksigen, tekanan darah, hingga kadar glukosa darah.

Samsung Galaxy Watch 8 menjadi yang pertama menghadirkan pemantauan glukosa darah non-invasif di smartwatch konsumen.

Apple Watch Series 11 menyusul dengan deteksi hipertensi dan sleep apnea yang lebih akurat.

Tren ini menunjukkan bahwa batas antara perangkat konsumen dan perangkat medis semakin tipis, dan itu adalah perkembangan yang sangat signifikan, bukan hanya bagi industri teknologi, tapi juga bagi dunia kesehatan.

Baca Juga: Garmin Fenix 8: Baterai 29 Hari, Tahan Air 40 Meter, Mengapa Ini Masih Jadi Standar Emas Smartwatch Outdoor

2. AI Menjadi Inti dari Pengalaman Pengguna

Jika tahun-tahun sebelumnya AI di smartwatch hanya berperan sebagai fitur tambahan, di 2026 ia menjadi inti dari keseluruhan pengalaman.

Samsung mengintegrasikan Galaxy AI ke dalam Galaxy Watch 8 untuk memberikan analisis kesehatan yang semakin personal dari waktu ke waktu.

Apple memperbarui watchOS 26 dengan fitur AI yang mampu mendeteksi pola kesehatan jangka panjang dan memberikan rekomendasi yang relevan, bukan sekadar notifikasi generik.

Semakin lama perangkat digunakan, semakin AI memahami pola hidup penggunanya dan semakin presisi sarannya.

Ini adalah perubahan mendasar dalam cara smartwatch berinteraksi dengan penggunanya.

3. Meta Siap Masuk dan Mengubah Peta Persaingan

Salah satu berita paling mengejutkan di 2026 adalah kembalinya Meta ke ranah smartwatch.

Proyek dengan kode nama "Malibu 2" yang sempat dibatalkan kini dihidupkan kembali setelah pertemuan strategi besar di Hawaii.

Baca Juga: Dua Dunia Taktis Bertabrakan, Delta Force x Rainbow Six Siege Resmi Hadir di Season Meltdown, 10 Juli 2026!

Meta berencana meluncurkan smartwatch pertamanya pada akhir 2026, dengan ambisi yang jelas: membangun ekosistem perangkat berbasis AI dan AR yang saling terhubung, dari kacamata pintar Ray-Ban hingga jam tangan cerdas di pergelangan tangan.

Jika berhasil, Meta bisa menciptakan ekosistem wearable yang berbeda dari Apple maupun Samsung, bukan berbasis smartphone, melainkan berbasis pengalaman lintas perangkat yang lebih imersif.

Pertanyaan besarnya kini bukan apakah Meta mampu membuat smartwatch yang bagus secara teknis, melainkan apakah mereka mampu membangun ekosistem yang cukup menarik untuk bersaing dengan dua raksasa yang sudah memiliki jutaan pengguna setia.

4. Daya Tahan Baterai Akhirnya Jadi Prioritas Industri

Selama bertahun-tahun, baterai yang harus diisi setiap hari menjadi salah satu hambatan terbesar adopsi smartwatch secara massal.

Di 2026, ini mulai berubah secara signifikan.

Garmin Fenix 8 memimpin dengan daya tahan hingga 29 hari.

Huawei Watch GT 6 menawarkan 14 hari pemakaian normal.

Xiaomi Watch Cube Pro mencapai dua minggu dengan sekali pengisian daya.

Bahkan Samsung Galaxy Watch 8, yang dikenal sebagai smartwatch dengan fitur paling lengkap di kelasnya, kini mampu bertahan hingga 3 hari, melampaui Apple Watch yang masih di kisaran 2 hari.

Tren ini menunjukkan bahwa industri akhirnya mengakui bahwa fitur secanggih apapun tidak ada artinya jika pengguna harus terus-menerus khawatir soal daya.

5. Segmen Murah Semakin Layak untuk Dilirik

Di sisi lain spektrum, 2026 juga menjadi tahun ketika smartwatch terjangkau semakin sulit diabaikan.

Baca Juga: Jam Tangan One Piece Ini Bukan Sekadar Merchandise, Ada Detail yang Bikin Kolektor Tertarik

Xiaomi Redmi Watch 3 dengan harga Rp1–1,2 jutaan sudah hadir dengan layar AMOLED 1,75 inci, GPS built-in, Bluetooth call, dan baterai 12 hari.

Amazfit Active 3 Premium menawarkan fitur smart coaching khusus untuk pelari di harga sekitar Rp2–3 jutaan.

Huawei Watch Fit 4 Pro dengan harga Rp1,69 jutaan menghadirkan layar AMOLED dan fitur kesehatan lengkap yang beberapa tahun lalu hanya bisa ditemukan di perangkat premium.

Ini berarti konsumen tidak lagi harus mengeluarkan Rp6–10 juta untuk mendapatkan smartwatch yang benar-benar fungsional.

Kesimpulan: Smartwatch 2026 adalah Tentang Relevansi

Yang membuat 2026 menarik bukan hanya soal spesifikasi yang semakin tinggi.

Ini tentang bagaimana smartwatch akhirnya menemukan alasan yang lebih kuat untuk ada, sebagai alat kesehatan, sebagai asisten AI personal, dan sebagai bagian dari ekosistem digital yang semakin terhubung.

Bagi konsumen Indonesia yang sedang mempertimbangkan untuk membeli atau upgrade smartwatch, satu hal yang jelas: pilihan di 2026 lebih baik, lebih beragam, dan lebih relevan dari sebelumnya. (*)

*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#tren smartwatch 2026 #Meta smartwatch 2026 #AI smartwatch terbaru