Jawa Pos Radar Madiun - Laptop masih menyala pukul sembilan malam, padahal jam kerja resmi sudah berakhir tiga jam lalu.
Bagi banyak pekerja WFH, batas antara "waktu kerja" dan "waktu pribadi" perlahan kabur.
Akibatnya, produktivitas justru menurun karena kelelahan yang menumpuk tanpa disadari.
Tantangan Utama Kerja dari Rumah
Tanpa rutinitas perjalanan ke kantor sebagai "pembatas alami", banyak orang kesulitan menetapkan kapan harus mulai dan berhenti bekerja.
Distraksi rumah tangga dan godaan rebahan ikut menambah masalah.
Rapat virtual yang menumpuk turut memperparah kondisi ini.
Bangun Rutinitas Seperti di Kantor
Memulai hari dengan rutinitas tetap mandi, berpakaian rapi, dan duduk di area kerja khusus membantu otak mengenali bahwa "mode kerja" telah dimulai.
Rutinitas sederhana ini terbukti meningkatkan fokus.
Ini jauh lebih efektif dibanding bekerja sambil masih berbaring di tempat tidur.
Baca Juga: Kenapa Nenek Moyang Kita Sudah Makan Fermentasi Sejak Dulu?
Atur Batas Waktu Kerja dan Istirahat
Menetapkan jam kerja yang jelas, lengkap dengan jam istirahat untuk makan dan bergerak, membantu mencegah kelelahan berkepanjangan.
Teknik bekerja fokus selama 25-50 menit lalu istirahat singkat juga membantu.
Cara ini menjaga konsentrasi tetap stabil sepanjang hari.
Manfaatkan Teknologi untuk Tetap Fokus
Aplikasi pengelola tugas dan pemblokir notifikasi sementara dapat membantu meminimalkan distraksi digital.
Mematikan notifikasi media sosial selama jam kerja inti juga terbukti efektif.
Caranya menjaga fokus tanpa harus mematikan ponsel sepenuhnya.
Produktivitas saat WFH bukan soal bekerja lebih lama.
Ini soal menciptakan struktur yang jelas antara waktu profesional dan waktu pribadi, sehingga kualitas kerja justru cenderung meningkat. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun