Jawa Pos Radar Madiun - Dua tahun lalu, beli motor listrik di kisaran Rp15–25 juta masih terasa seperti taruhan jarak tempuhnya pendek, jaringan bengkelnya terbatas, dan nilainya turun cepat.
2026, ceritanya sudah jauh berbeda.
Motor listrik di rentang harga itu kini datang dengan jarak tempuh 100–135 km per pengisian, fitur yang tidak kalah dari motor bensin, dan ekosistem pendukung yang jauh lebih matang dari sebelumnya.
Baca Juga: Yunara Resmi Meluncur, Ahri Tampil Baru: Ini Sorotan Utama Patch 7.2 Wild Rift
Kenapa 2026 Jadi Tahun Terbaik Beli Motor Listrik?
Tiga faktor besar membuat 2026 menjadi waktu yang tepat untuk beralih ke motor listrik.
Pertama, insentif pajak pemerintah masih berlaku sehingga harga jual bisa ditekan secara signifikan.
Kedua, produsen lokal seperti Alva, Polytron, dan Gesits sudah semakin matang dalam hal kualitas produk dan jaringan layanan purnajual.
Ketiga dan ini yang paling terasa di dompet biaya operasional motor listrik per kilometer bisa 70–80 persen lebih murah dibanding motor bensin, terutama jika pengisian dilakukan di rumah.
Baca Juga: BBM Naik Lagi, Motor-Motor Ini yang Konsumsinya Bisa Tembus 60 Km per Liter
5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaik 2026
1. Alva One – Rp17,5 jutaan, jarak tempuh 120 km, desain sporty yang banyak dipuji
2. Polytron Fox-S – Rp16 jutaan, baterai bisa ditukar (swap), jaringan swap station terus bertambah
3. Gesits G1 – Rp18 jutaan, motor listrik "merah putih" yang sudah teruji ketangguhan di berbagai kondisi
4. Indomobil eMotor QT – Rp15 jutaan, jarak tempuh 135 km, fitur NFC dan konektivitas modern
5. Honda EM1 e: – Rp22 jutaan, kualitas Honda dengan garansi lengkap dan jaringan servis terluas.
Baca Juga: Sejarah Terulang: Untuk Pertama Kali, Mobil China Kalahkan Jepang di Pasar Indonesia
Biaya Operasional yang Membalik Perhitungan
Untuk penggunaan harian 30 km per hari, motor bensin rata-rata menghabiskan sekitar Rp450.000–500.000 per bulan untuk bahan bakar saja.
Motor listrik yang diisi di rumah menghabiskan listrik senilai Rp50.000–80.000 untuk jarak yang sama dalam sebulan.
Selisih itu sekitar Rp400.000 lebih hemat per bulan sudah cukup untuk menutup cicilan motor listrik itu sendiri dalam jangka menengah. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun