Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Selain Pepaya, Ini Daftar Alternatif Makanan Tinggi Serat untuk Lancarkan Pencernaan

Rimba Febriani • Minggu, 12 Juli 2026 | 09:25 WIB
Ilustrasi ubi jalar rebus yang tinggi serat dan rasanya enak.
Ilustrasi ubi jalar rebus yang tinggi serat dan rasanya enak.

Jawa Pos Radar Madiun - Menjaga kesehatan sistem pencernaan tidak selalu harus bergantung pada satu jenis buah saja.

Bagi sebagian orang, variasi menu makanan menjadi kunci utama agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi tanpa rasa bosan terhadap rasa maupun aroma tertentu.

Pepaya selama ini sangat dikenal sebagai buah yang tinggi serat dan mengandung enzim papain, yang terbukti mampu melancarkan pencernaan serta mencegah terjadinya sembelit.

Namun, tekstur yang lunak serta aroma khas pepaya kadang membuat sebagian orang enggan untuk mengonsumsinya.

Bagi Anda yang mencari opsi alternatif, berikut adalah empat bahan pangan dengan serat tinggi selain pepaya.

1. Kacang Polong Hijau

Sayuran kecil berwarna hijau ini menyimpan kekayaan nutrisi yang sangat besar untuk kesehatan usus.

Kacang polong hijau memiliki kandungan serat sebesar 5,7 gram per 100 gram, atau setara dengan sekitar 8 gram serat untuk setiap cangkirnya.

Kacang polong mengandung kombinasi seimbang antara serat larut dan tidak larut yang bekerja efektif melancarkan proses pencernaan serta mencegah sembelit.

Selain itu, serat tinggi ini mampu menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

Bagi yang sedang menjalani program diet menurunkan berat badan, kacang polong dapat memberikan efek rasa kenyang yang bertahan lebih lama berkat kandungan protein tinggi dan serat di dalamnya.

2. Kubis Kecil (Kubis Brussel)

Ukuran sayuran ini boleh saja kecil, tetapi kandungan seratnya tidak boleh dipandang sebelah mata.

Kubis brussel yang sudah dimasak mengandung serat dua kali lipat lebih banyak daripada brokoli, yakni mencapai 4,8 gram serat per 100 gram.

Sayuran ini memiliki komposisi serat larut dan tidak larut dalam jumlah yang sama, sehingga sangat baik untuk meningkatkan kesehatan mikrobioma di dalam usus.

Sebagai bagian dari keluarga sayuran cruciferous, kubis brussel juga berkhasiat menyeimbangkan hormon serta mendongkrak sistem kekebalan tubuh karena kaya akan vitamin C, folat, dan antioksidan. 

Sayuran ini juga mengandung senyawa glukosinolat yang memiliki sifat anti-inflamasi (anti-radang) serta melindungi sel dari kerusakan DNA.

Baca Juga: Geely Resmi Perkenalkan Galaxy Cruiser 700, SUV PHEV dengan Tampilan ala Defender dan Land Cruiser

3. Sawi Hijau

Bahan pangan yang sangat populer di Indonesia ini juga menjadi sumber serat tidak larut yang sangat baik dengan kandungan 4 gram serat per 100 gram.

Konsumsi sawi hijau secara teratur efektif membantu merangsang pergerakan usus guna mencegah sembelit.

Ketika dimasak matang, satu cangkir sawi hijau tidak hanya menyediakan hampir 8 gram serat, tetapi juga memasok 5 gram protein, kalium, dan antioksidan penting seperti beta-karoten.

Lebih dari itu, sawi hijau merupakan sumber zat besi yang baik untuk mendukung kesehatan sel darah merah dan stabilitas energi tubuh, serta kaya akan vitamin K dan kalsium.

4. Ubi Jalar

Meskipun sering dikategorikan sebagai sayuran bertepung karena memiliki total karbohidrat yang lebih tinggi dibanding sayur lainnya, ubi jalar tetap menjadi sumber serat yang sangat direkomendasikan.

Ubi matang mengandung sekitar 3 gram serat per 100 gram, dan satu ubi jalar ukuran sedang bisa menyediakan hingga 4 gram serat jika dikonsumsi tanpa dikupas kulitnya.

Ubi jalar berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan usus berkat kombinasi serat larut, tidak larut, serta kandungan prebiotik alaminya.

Varian ubi jalar yang berwarna oranye juga sangat kaya akan antioksidan beta-karoten, vitamin A, serta kalium yang baik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Tinggi Serat #kacang polong #pencernaan #ubi jalar #pepaya