Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Deretan Masalah yang Paling Sering Menimpa Mobil Listrik Bekas, Ternyata Bukan Hanya Baterai

Titis Osi Kurniawan • Senin, 13 Juli 2026 | 19:09 WIB
Ilustrasi jual mobil bekas.
Ilustrasi jual mobil bekas.

Jawa Pos Radar Madiun - Kekhawatiran mengenai masa pakai serta penurunan performa baterai sering kali menjadi momok menakutkan bagi para calon konsumen mobil listrik. 

Namun, catatan riwayat dari ribuan unit kendaraan bekas di lapangan justru menunjukkan fakta yang bertolak belakang dengan asumsi publik selama ini.

Masalah yang paling sering dihadapi pemilik kendaraan listrik (EV) bekas menurut analisis data permintaan garansi perbaikan mobil tidak berkenaan dengan kesehatan baterai tegangan tinggi.

Informasi penting ini terkuak setelah dilakukan rekam jejak mendalam terhadap ribuan klaim perbaikan kendaraan yang diajukan oleh para pengguna.

Publikasi dari CarsCoops mengutip analisis data permintaan perbaikan mobil dari perusahaan penyedia garansi mobil bekas di Inggris, Warrantywise, yang menunjukkan temuan menarik.

Masalah yang dihadapi pemilik mobil listrik sebagian besar ternyata sama persis dengan yang dihadapi oleh para pemilik mobil konvensional.

Menurut hasil analisis data klaim tersebut, masalah kelistrikan umum, keausan komponen suspensi, dan kerusakan baterai 12 volt sederhana jauh lebih sering terjadi.

Kasus kasus minor tersebut dilaporkan mendominasi laporan masuk dibandingkan dengan adanya kegagalan fungsi yang melibatkan paket baterai utama.

Baca Juga: Punya Mobil Listrik Ioniq? Hyundai Sarankan Parkir di Luar Ruangan, Awas Ada Risiko Kebakaran

Kerusakan Sistem Sensor dan Efek Bobot Berat pada Lengan Ayun

Meskipun tidak mengusung komponen mesin mekanis yang rumit, struktur kaki kaki kendaraan listrik justru menerima tekanan kerja yang jauh lebih ekstrem.

Masalah yang paling sering ditemukan di lapangan adalah kerusakan pada sektor kelistrikan umum, termasuk di antaranya gangguan sensor serta malafungsi sistem penguncian sentral.

Klaim biaya perbaikan untuk penanganan masalah kelistrikan umum ini rata rata menghabiskan dana sekitar 810 sampai 900 pound sterling atau sekira Rp19 juta sampai Rp21 juta.

Selain masalah kabel, komponen suspensi khususnya bagian lengan ayun (wishbone) juga menjadi perhatian utama bagi para mekanik bengkel.

Klaim biaya penanganan untuk pembenahan sektor penopang roda ini menurut data resmi bisa melebihi angka 1.200 pound sterling atau berkisar di angka Rp29 juta.

Fakta lapangan ini membuktikan bahwa meskipun tanpa kehadiran mesin bakar atau transmisi konvensional, EV tetap memiliki banyak perangkat keras mekanis yang aus seiring berjalannya waktu.

Ditambah lagi dengan bobot kendaraan yang jauh lebih berat akibat beban baterai, peluang komponen suspensi mengalami kerusakan menjadi jauh lebih besar.

Baca Juga: Hasil Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 Jerman Tadi Malam: Kiandra Ramadhipa Juara

Tingginya Biaya Perbaikan Komponen Pengisi Daya Onboard

Meskipun angka kejadian kerusakan komponen khusus tergolong rendah, nilai kerugian finansial yang ditimbulkan saat terjadi kerusakan tetap sangat tinggi.

Satu satunya komponen spesifik ekosistem EV yang masuk dalam daftar lima besar klaim garansi perbaikan mobil bekas adalah perangkat pengisi daya bawaan (onboard charger).

Jika komponen penyalur daya ini mengalami kerusakan berat, permintaan biaya perbaikan yang diajukan bisa membengkak hingga 2.160 pound sterling atau sekira Rp52 juta.

Di sisi lain, baterai traksi tegangan tinggi yang selama ini dikhawatirkan banyak orang justru terbukti tidak masuk dalam daftar lima besar keluhan.

Jarangnya kasus kegagalan baterai utama ini kemungkinan besar terjadi karena daya tahan baterai EV jauh lebih kuat dari perkiraan banyak orang serta adanya masa garansi pabrik yang lebih panjang.

Namun demikian, ketika masalah pada paket baterai tegangan tinggi itu benar benar terjadi, biaya pemulihannya akan sangat menguras kantong pemilik.

Rata rata klaim biaya perbaikan yang diajukan untuk penggantian baterai utama bisa mencapai lebih dari 6.400 pound sterling atau kurang lebih menyentuh angka Rp155 juta. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#mobil listrik #bekas #penyebab #kerusakan #RAwan Rusak