Jawa Pos Radar Madiun - Pernah merasa napas tersengal setelah bermain badminton selama 30 menit, tetapi melihat pemain tenis mamu bertanding hingga berjam-jam? Sekilas, tenis tampak lebih melelahkan karena durasi pertandingan yang panjang.
Namun, jika melihat intensitas setiap gerakan, jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Kedua olahraga raket ini sama-sama menuntut kebugaran tinggi, hanya saja dengan karakteristik fisik yang berbeda.
Baik badminton maupun tenis melibatkan lari, perubahan arah yang cepat, koordinasi mata dan tangan, serta kekuatan otot. Meski begitu, cara tubuh bekerja saat memainkan keduanya tidak sama. Lalu, olahraga mana yang sebenarnya lebih menguras stamina?
Baca Juga: 8 Tips Jitu Taklukkan Trek Sepeda Gunung, Begini Cara Ampuh Atasi Rasa Takut di Trek Ekstrem
Perbedaan Intensitas Badminton dan Tenis
Badminton dikenal sebagai olahraga dengan tempo yang sangat cepat. Reli berlangsung singkat, tetapi pemain harus terus bergerak eksplosif mengejar shuttlecock yang bisa melaju lebih dari 400 km/jam saat smash.
Sementara itu, tenis memiliki tempo yang lebih bervarasi. Pemain memang berlari lebih jauh karena ukuran lapangan lebih besar, tetapi jeda antarpoin memberi kesempatan tubuh untuk memulihkan energi.
Secara umum:
- Badminton mengandalkan kecepatan reaksi dan ledakan tenaga (explosive power).
- Tenis lebih menekankan daya tahan dalam jangka waktu lama.
Mana yang Membakar Kalori Lebih Banyak?
Jumlah kalori yang terbakar dipengaruhi oleh berat badan, intensitas permainan, dan durasi olahraga. Namun secara rata-rata, olahraga badminton dengan intensitas tinggi dapat membakar 450-700 kalori. Tenis tunggal dapat membakar 500-700 kalori, dan tenis ganda dapat membakar 350-550 kalori.
Estimasi dapat berbeda pada setiap individu. Jika dimainkan dengan intensitas kompetitif, badminton dan tenis sama-sama efekti membakar kalori. Namun karena badminton memilki lebih sedikit waktu istirahat selama reli berlangsung, banyak pemain merasakan kelelahan lebih cepat.
Baca Juga: Perempat Final Japan Open 2026: Putri KW Tantang Unggulan China, Fajar/Fikri Hadapi Wakil Inggris
Mengapa Badminton Terasa Lebih Melelahkan?
Pergerakan Sangat Cepat
Lapangan badminton lebih kecil, tetapi shuttlecock terus berpindah arah dalam hitungan detik. Pemain harus:
- maju ke depan,
- mundur,
- bergerak menyamping,
- lalu melompat untuk melakukan smash.
Perubahan arah yang berulang membuat denyut jantung meningkat dengan cepat.
Hampir Tidak Ada Waktu Bernapas Saat Reli
Dalam satu reli, pemain dapat melakukan puluhan gerakan eksplosif tanpa berhenti. Akibatnya, tubuh akan lebih banyak menggunakan sistem energi anaerob yang cepat menguras tenaga.
Otot Kaki Bekerja Lebih Keras
Gerakan lunges, split step, dan lompatan membuat paha, betis, hingga otot pinggul terus aktif sepanjang pertandingan.
Mengapa Tenis tetap Sangat Menguras Energi?
Lapangan Lebih Luas
Pemain tenis harus menempuh jarak lebih jauh untuk mengejar bola. Hal ini membuat kebutuhan daya tahan aerobik menjadi lebih besar.
Pertandingan Bisa Berlangsung Sangat Lama
Pertandingan tenis profesional dapat berlangsung lebih dari tiga jam. Bahkan beberapa laga Grand Slam pernah melewati lima jam. Durasi panjang tersebut membuat tubuh harus menjaga cadangan energi lebih ama dibanding badminton.
Pukulan Membutuhkan Kekuatan Besar
Servis, forehand, dan backhand melibatkan rotasi pinggul, inti tubuh (core), bahu, hingga lengan, Kombinasi ini menghasilkan beban yang cukup besar pada tubuh.
Mana yang Lebih Baik untuk Kebugaran?
Jawabannya bergantung pada tujuan latihan.
Pilih Badminton jika Anda Ingin:
- meningkatkan refleks
- melatih kecepatan kaki
- membakar kalori dalam waktu relatif singkat
- meningkat koordinasi tubuh
Pilih Tenis jika Anda Ingin:
- meningkatkan daya tahan tubuh
- memperkuat otot inti dan bahu
- melatih strategi permainan
- berolahraga dengan durasi lebih panjang
Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?
Badminton umumnya lebih mudah dimainkan karena lapangannya lebih kecil dan perlengkapannya relatif sederhana. Namun, permainan cepat dapat membuat pemula cepat kelelahan.
Di sisi lain, tenis membutuhkan teknik dasar yang lebih kompleks, terutama dalam memukul bola secara konsisten. Meski begitu, ritme permainan yang memiliki jeda memberi kesempatan untuk mengatur napas.
Jadi, Mana yang Lebih Menguras Stamina?
Jika yang dimaksud adalah intesitas dalam waktu singkat, badminton sering kali terasa lebih melelahkan karena mengandalkan gerakan eksplosif tanpa banyak jeda.
Namun, jika melihat beban fisik secara keseluruhan, tenis juga sangat menguras stamina karena pemain harus mempertahankan performa selama pertandingan yang bisa berlangsung berjam-jam.
Pada akhirnya, keduanya merupakan olahraga kardio yang sangat baik untuk kesehatan jantung, meningkatkan kebugaram, serta membakar kalori secara efektif. Pilihan terbaik bukan ditentukan oleh mana yang lebih berat, melainkan mana yang paling sesuai dengan tujuan latihan dan bisa dilakukan secara konsisten
Sabrina Ika Ayu Wardhani - Universitas Brawijaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : https://marathonhandbook.com/badminton-vs-tennis/