Jawa Pos Radar Madiun - Tekanan ban sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan. Banyak orang baru memeriksa ban ketika terlihat kempis atau saat kendaraan mulai terasa tidak nyaman dikendarai.
Padahal, tekanan ban yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan, efisiensi bahan bakar, hingga keselamatan saat berkendara.
Memastikan tekanan ban tetap berada pada angka yang direkomendasikan merupakan salah satu perawatan kendaraan yang paling sederhana, tetapi memiliki dampak besar.
Kabar baiknya, cara mengecek tekanan ban tidak sulit dan bisa dilakukan sendiri menggunakan alat pengukur tekanan ban atau saat mengunujungi SPBU yang menyediakan fasilitas pengisian angin.
Baca Juga: Bukan Cuma di Buenos Aires, Kericuhan Suporter Argentina Juga Pecah di Rio de Janeiro
Mengapa Tekanan Ban Harus Selalu Dicek?
Tekanan ban berpengaruh langsung terhadap performa kendaraan. Ban dengan tekanan terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama memiliki risiko.
Jika tekanan ban terlalu rendah:
- Ban akan lebih cepat aus.
- Konsumsi bahan bakar meningkat
- Kendaraan terasa lebih berat dikendalikan.
- Risiko ban pecah lebih besar karena panas berlebih.
Sebaliknya, jika tekanan ban terlalu tinggi:
- Traksi ban berkurang
- Kenyamanan berkendar menurun.
- Ban lebih mudah mengalami keausan di bagian tengah
- Jarak pengereman dapat bertambah
Karena itu, pemeriksaan tekanan ban sebaiknya menjai rutinitas sebelum melakukan perjalanan jauh maupun penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Kemarau Mulai Berdampak, 18 Kebakaran Terjadi di Ponorogo dalam Setengah Bulan
Cara Cek Tekanan Ban Mobil
Mengecek tekanan ban dapat dilakukan hanya dalam beberapa langkah sederhana.
1. Pastikan Ban dalam Kondisi Dingin
Waktu terbaik mengecek tekanan ban adalah saat ban masih dingin atau kendaraan belum digunakan dalam waktu lama.
Ketika mobil baru saja digunakan, suhu ban meningkat sehingga tekanan udara di dalamnya ikut naik. Jika langsung diperiksa, hasil pengukuran bisa lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.
Idealnya, lakukan pengecekan sebelum berkendara atau minimal setelah kendaraan berhenti selama beberapa jam.
2. Gunakan Tire Pressure Gauge
Gunakan alat pengukur tekanan ban (tire pressure gauge) untuk memperoleh hasil yang akurat.
Caranya:
- Lepaskan tutup pentil ban.
- Tempelkan alat pengukur pada pentil hingga rapat.
- Tunggu hasil tekanan muncul pada layar atau indikator.
- Catat hasil pengukurannya.
Saat ini tersedia berbagai jenis tire pressure gauge, mulai dari model analog hingga digital yang lebih mudah dibaca.
3. Bandingkan dengan Tekanan yang Direkomendasikan
Setelah mengetahui hasil pengukuran, bandingkan dengan tekanan ban yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan.
Informasi tersebut biasanya terdapat pada:
- Pilar pintu pengemudi.
- Buku manual kendaraan.
- Tutup tangki bahan bakar (pada beberapa model mobil).
Perlu diingat, tekanan ban yang dianjurkan dapat berbeda antara ban depan dan belakang, tergantung jenis kendaraan serta kapasitas muatan.
4. Tambahkan atau Kurangi Tekanan Udara Jika Diperlukan
Jika tekanan ban lebih rendah dari rekomendasi, tambahkan udara menggunakan pompa angin.
Sebaliknya, bila tekanan terlalu tinggi, keluarkan sebagian udara hingga mencapai angka yang sesuai.
Setelah selesai, pasang kembali tutup pentil agar tidak kemasukan debu maupun kotoran.
Seberapa Sering Tekanan Ban Harus Dicek?
Pemeriksaan tekanan ban sebaiknya dilakukan secara rutin.
Rekomendasinya antara lain:
- Minimal satu kali setiap bulan.
- Sebelum perjalanan jarak jauh.
- Setelah membawa muatan berat.
- Saat terjadi perubahan cuaca ekstrem.
Perubahan suhu lingkungan juga dapat memengaruhi tekanan udara di dalam ban. Ketika suhu turun, tekanan ban biasanya ikut menurun.
Tanda Tekanan Ban Tidak Normal
Selain menggunakan alat ukur, pengemudi juga bisa mengenali beberapa gejala yang menunjukkan tekanan ban tidak sesuai.
Beberapa tandanya meliputi:
- Mobil terasa berat saat dikendarai.
- Setir tidak stabil.
- Konsumsi BBM menjadi lebih boros.
- Ban terlihat aus tidak merata.
- Muncul getaran saat berkendara.
Jika mengalami salah satu kondisi tersebut, segera periksa tekanan ban sebelum melanjutkan perjalanan.
Tips Menjaga Tekanan Ban Tetap Ideal
Agar tekanan ban tetap stabil, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.
Periksa Ban Secara Berkala
Jangan menunggu indikator tekanan ban menyala atau ban terlihat kempis. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi perubahan tekanan lebih awal.
Gunakan Tekanan Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Hindari mengisi angin berdasarkan perkiraan. Selalu ikuti angka tekanan yang dianjurkan oleh produsen kendaraan.
Periksa Kondisi Ban
Selain tekanan udara, pastikan ban tidak mengalami kebocoran, retakan, atau kerusakan yang dapat menyebabkan tekanan cepat berkurang.
Jangan Lupa Memeriksa Ban Cadangan
Ban serep juga perlu dicek secara berkala. Ban cadangan yang kehilangan tekanan udara bisa menyulitkan ketika dibutuhkan dalam keadaan darurat.
Sabrina Ika Ayu Wardhani - Universitas Brawijaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : https://www.bridgestone.co.id/in/tyre-clinic/drivers-essential/how-to-check-tyre-pressure