Screen Tearing Bikin Layar Game Terbelah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jawa Pos Radar Madiun - Sedang asyik memainkan game favorit, tiba-tiba muncul garis horizontal yang membuat tampilan layar seperti terbelah.
Gerakan karakter menjadi tidak mulus dan pengalaman bermain pun terasa mengganggu.
Masalah inilah yang dikenal sebagai screen tearing, salah satu kendala yang cukup sering dialami para gamer PC, terutama saat memainkan game dengan pergerakan cepat.
Meski terlihat mengkhawatirkan, screen tearing bukan berarti monitor atau kartu grafis mengalami kerusakan.
Dalam banyak kasus, masalah ini muncul karena sinkronisasi antara GPU dan monitor tidak berjalan dengan baik.
Kabar baiknya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan masalah tersebut.
Apa Itu Screen Tearing?
Screen tearing merupakan kondisi ketika monitor menampilkan dua atau lebih frame secara bersamaan sehingga muncul garis horizontal yang membuat gambar tampak terbelah.
Fenomena ini terjadi akibat frame rate (FPS) yang dihasilkan GPU tidak selaras dengan refresh rate monitor.
Sebagai contoh, GPU mampu menghasilkan lebih dari 90 FPS, sedangkan monitor hanya memiliki refresh rate 60 Hz.
Akibatnya, monitor menerima frame baru sebelum proses penyegaran layar selesai sehingga sebagian layar menampilkan frame lama dan sebagian lainnya menampilkan frame baru.
Masalah ini paling sering muncul pada game dengan tempo cepat seperti game FPS, balapan, atau game aksi yang menuntut pergerakan kamera secara dinamis.
Penyebab Screen Tearing
Penyebab utama screen tearing adalah ketidaksesuaian antara performa GPU dan kemampuan refresh rate monitor.
Namun, beberapa faktor lain juga dapat memicu masalah ini, antara lain:
- Frame rate terlalu tinggi dibanding refresh rate monitor.
- Pengaturan refresh rate Windows belum sesuai kemampuan monitor.
- Driver GPU belum diperbarui.
- Penggunaan kabel display yang tidak mendukung resolusi atau refresh rate tinggi.
- Pengaturan mode tampilan game yang kurang optimal.
Cara Mengatasi Screen Tearing
1. Aktifkan V-Sync
Langkah pertama yang paling mudah adalah mengaktifkan fitur V-Sync (Vertical Sync) melalui menu pengaturan grafis dalam game.
Fitur ini menyelaraskan frame rate GPU dengan refresh rate monitor sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan screen tearing.
Namun, V-Sync juga memiliki konsekuensi berupa potensi input lag dan stuttering pada beberapa game.
2. Gunakan FreeSync atau G-Sync
Jika monitor mendukung teknologi Variable Refresh Rate (VRR), aktifkan AMD FreeSync atau NVIDIA G-Sync.
Berbeda dengan V-Sync, teknologi ini membuat refresh rate monitor mengikuti frame rate GPU secara dinamis sehingga tampilan menjadi lebih mulus dengan input lag yang lebih rendah.
3. Batasi Frame Rate
Apabila monitor belum mendukung VRR, membatasi FPS dapat menjadi solusi.
Pengguna dapat menggunakan fitur bawaan game atau aplikasi seperti RivaTuner Statistics Server untuk menyesuaikan FPS dengan refresh rate monitor.
4. Stabilkan Performa GPU
Frame rate yang tidak stabil juga dapat memicu screen tearing.
Gunakan teknologi upscaling seperti DLSS, FSR, atau XeSS bila tersedia.
Selain itu, menurunkan kualitas grafis dan menutup aplikasi yang berjalan di latar belakang juga dapat membantu menjaga kestabilan FPS.
Kondisi suhu CPU dan GPU juga perlu diperhatikan agar performa tetap optimal.
5. Perbarui Driver GPU
Versi driver yang sudah usang terkadang menjadi penyebab munculnya berbagai gangguan tampilan, termasuk screen tearing.
Karena itu, pastikan selalu menggunakan driver terbaru sesuai jenis GPU yang digunakan serta memperhatikan laporan dari komunitas jika terdapat masalah pada versi driver tertentu.
6. Atur Refresh Rate Windows
Windows umumnya mengatur refresh rate monitor secara default pada 60 Hz.
Jika monitor mendukung refresh rate lebih tinggi, pengguna perlu mengubah pengaturannya melalui menu Settings > System > Display > Advanced Display Settings > Refresh Rate agar sesuai dengan kemampuan monitor.
7. Gunakan Kabel Display yang Tepat
Pemilihan kabel juga berpengaruh terhadap performa tampilan.
Untuk penggunaan refresh rate tinggi, DisplayPort umumnya lebih direkomendasikan dibanding HDMI, tergantung spesifikasi perangkat yang digunakan.
8. Coba Mode Fullscreen atau Windowed
Beberapa game memiliki performa sinkronisasi frame yang berbeda saat dijalankan dalam mode Fullscreen maupun Windowed.
Mengubah mode tampilan terkadang dapat membantu mengurangi screen tearing, meski hasilnya bergantung pada game dan konfigurasi perangkat masing-masing.
Perlu Ganti Monitor?
Jika seluruh langkah di atas sudah dicoba namun screen tearing masih sering muncul, kemungkinan keterbatasan berasal dari monitor yang digunakan.
Monitor dengan refresh rate lebih tinggi dan dukungan teknologi seperti FreeSync atau G-Sync dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih mulus.
Haninda Navyra Putri - Universitas Brawijaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : gamebrott.com