Xpeng X9 Kena Recall di China, Bagaimana Nasib Unit Rakitan Lokal Indonesia?

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:58 WIB
MPV Xpeng X9 dibanderol dengan harga mulai dari Rp 1,1 miliar di Indonesia. (EVAUTO)
MPV Xpeng X9 dibanderol dengan harga mulai dari Rp 1,1 miliar di Indonesia. (EVAUTO)

Jawa Pos Radar Madiun - Produsen mobil listrik Xpeng resmi mengajukan rencana penarikan kembali (recall) kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR).

Langkah krusial ini diambil guna mengatasi cacat pada sistem suspensi udara di jajaran MPV andalannya, yakni Xpeng X9.

Berdasarkan pemberitahuan resmi perusahaan, Xpeng akan menarik sebanyak 33.473 unit X9 yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025.

Program penarikan kembali puluhan ribu unit mobil tersebut dijadwalkan mulai berlaku secara resmi pada tanggal 28 Agustus 2026 mendatang.

Baca Juga: Resmi: Balapan F1 GP Bahrain Diungsikan ke Sirkuit Sepang Malaysia, Ini Alasannya

Bahaya Suspensi Udara Amblas

Penarikan massal ini terpaksa dilakukan akibat adanya variasi dalam proses produksi yang memengaruhi kedap udara pada pegas udara depan.

Pihak Xpeng memperingatkan bahwa penggunaan jangka panjang di lingkungan bersuhu dan berkelembapan tinggi dapat memicu kebocoran udara secara perlahan.

Kerusakan teknis tersebut umumnya akan langsung memicu lampu peringatan serta notifikasi teks pada layar panel instrumen kendaraan.

Dalam kasus yang lebih parah, kebocoran itu dapat memengaruhi pengendalian laju kendaraan sehingga menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan bagi pengemudi.

Sebelumnya, gelombang keluhan dari pemilik kendaraan memang sempat mencuat tajam di wilayah bersuhu ekstrem seperti Chongqing, China.

Beberapa pemilik melaporkan bahwa sasis kendaraan mereka tiba-tiba amblas di salah satu sisi atau bahkan turun seluruhnya saat sedang melaju di jalan.

Baca Juga: Kapan Seleksi CPNS 2026? Ini Bocoran dari Menteri PANRB

Solusi Perbaikan dari Pabrikan

Pada keluhan-keluhan awal, layanan pelanggan Xpeng sempat beralasan bahwa peringatan tersebut murni disebabkan oleh mode "perlindungan termal".

Mereka berdalih bahwa penyesuaian tinggi kendaraan yang terlalu sering dilakukan pada suhu tinggi dapat menyebabkan kompresor mengalami panas berlebih.

Namun, melalui program penarikan ini, Xpeng akhirnya mengakui secara resmi adanya cacat pada komponen perangkat keras, bukan semata-mata sistem pelindung panas.

Sebagai solusi pasti, Zhaoqing Xpeng New Energy Investment Co., Ltd. akan mengganti komponen front air spring slide pillar assembly secara gratis.

Kendaraan yang sebelumnya telah dipasangi komponen versi terbaru sebelum program recall ini diumumkan tidak perlu lagi menjalani perbaikan ulang.

Baca Juga: Susul Team Vitality, ONIC Amankan Tiket Knockout Stage MSC EWC 2026 usai Lakukan Epic Comeback vs Wakil Malaysia

Nasib Xpeng X9 di Pasar Indonesia

Xpeng X9 sendiri selama ini dipasarkan secara luas dengan slogan kebanggaannya sebagai "kendaraan tujuh penumpang berukuran besar ultra-pintar".

Mobil yang tersedia dalam versi listrik murni maupun EREV ini sukses terjual sebanyak 13.324 unit sepanjang semester pertama tahun 2026.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah kampanye recall suspensi udara ini juga berdampak pada unit yang beredar di Indonesia.

Sebagai informasi, Xpeng X9 yang mengaspal di Tanah Air bukanlah unit yang diimpor secara utuh (CBU) dari China.

Mobil listrik premium tersebut sudah berstatus CKD (Completely Knocked Down) atau dirakit secara lokal.

Proses perakitannya dilakukan di fasilitas perakitan dalam negeri bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
XPENG X9 indonesia mobil listrik china recall